BPJS Ketenagakerjaan dan Perkeso Malaysia Teken Kerjasama

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.[Foto: Koran Jakarta]
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan tujuan program ini untuk memastikan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dapat kembali bekerja, tanpa menghadapi resiko pemutusan hubungan kerja karena cacat yang dialaminya.
KERJASAMA meliputi pendidikan, pelatihan dan penelitian, terkait program JKK-RTW.  Benchmarking akan dilakukan dengan mengikutsertakan para case manager (manajer kasus) BPJS Ketenagakerjaan dan petugas rumah sakit trauma center BPJS Ketenagakerjaan untuk memperoleh pelatihan dan magang terkait JKK-RTW.

Penandatangan nota kesepakatan kerjasama dilakukan di Kuala Lumpur oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto yang didampingi Direktur Pelayanan Evi Afiatin, Chief Learning Office Abdur Rahman Irsyadi dan Kepala Divisi Pengembangan Jaminan Ajad Sudrajat. Sementara dari Perkeso Malaysia penandatanganan dilakukan oleh Chief Executive Officer Perkeso Dato’ Dr. Momammed Azman bin Dato’ Aziz Mohammed didampingi oleh beberapa jajarannya.

Return to Work merupakan manfaat tambahan dari program JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) BPJS Ketenagakerjaan. Pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk pendampingan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan mengakibatkan cacat atau berpotensi cacat, mulai terjadinya kecelakaan, pengobatan, rerhabilitasi sampai dengan peserta mampu kembali bekerja.

Agus Susanto mengatakan, tujuan program ini untuk memastikan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dapat kembali bekerja tanpa menghadapi resiko pemutusan hubungan kerja karena cacat yang dialaminya. Dalam hal ini, Menaker telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) No. 10 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian Program Kembali Bekerja Serta Kegiatan Promotif dan Preventif Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja.

Direktur Pelayanan Evi Afiantin menambahkan, dalam kerjasama ini pihaknya menggandeng 5 Rumah Sakit Trauma Center (RSTC) mitra BPJS Ketenagakerjaan untuk mengikuti pelatihan dan magang di Malaysia yang selanjutnya akan menjadi role model penerapan RSTC di tingkat nasional. Rumah sakit tersebut adalah RSCM Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Dr Soeharso Surakarta, RS Dr Soetomo Surabaya dan RSUD Banten.

“Program pelatihan dan magang ini akan dilakukan pada Februari 2017. Kita akan berbagi pengalaman dengan Malaysia terkait model penanganan kecelakaan kerja,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Maritim pekan lalu.

Dikatakan, program JKK-RTW yang diterapkan di Indonesia sejak November 2015 telah mendapat dukungan yang signifikan. Saat ini terdapat sekitar 7.500 perusahaan dan 3.400 RS dan klinik yang ikut serta sebagai pendukung program JKK-RTW.

Melalui program ini, peserta yang mengalami kecelakaan kerja selain akan mendapat penanganan penyembuhan (kuratif), juga akan mengikuti program rehabilitasi sampai sembuh di RS Trauma Center. Seluruh tahapan akan dibantu dan difasilitasi oleh manajer kasus (pegawai BPJS Ketenagakerjaan) yang akan menjembatani komunikasi pekerja yang mengalami kecelekaan kerja dengan pihak perusahaan maupun rumah sakit (RSTC).

Setelah program rehabilitasi, pekerja yang mengalami cacat akan diberi pelatihan yang sesuai dan diupayakan untuk bisa kembali bekerja di tempat kerja semula, atau di unit lain yang lebih cocok dengan kondisi pekerja. Intinya, baik pekerja maupun pemberi kerja dibantu oleh BPJS Ketenagakerjaan, sehingga kedua belah pihak merasa dimudahkan.

“Sampai saat ini, BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan manfaat JKK-RTW kepada 250 pekerja cacat, dimana 175 dari peserta program telah kembali dipekerjakan,” ujar Evi.

Agus Susanto lebih lanjut mengatakan, JKK-RTW merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap para pekerja yang mengalami cacat akibat kecelakaan kerja, sehingga kembali mendapatkan kepercayaan diri untuk tetap produktif dan tidak membebani keluarganya. Program ini membantu mengembalikan martabat para penyandang cacat akibat kecelakaan kerja.

“Saya berharap semua pihak turut membantu dan mendukung program yang luar biasa ini. Kami mentargetkan pada tahun 2017, program JKK-RTW didukung oleh 30.000 perusahaan, naik empat kali lipat dibanding tahun 2016, sedang untuk rumah sakit naik dua kali lipat menjadi 7.000 unit,” pungkas Agus Susanto. (Purwanto)

4 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *