Pertamina-Aramco Kembangkan Kilang Cilacap

  • Whatsapp
Kilang Cilacap segera dikembangkan.
Kilang Cilacap segera dikembangkan.

BADAN Usaha Milik Negara (BUMN) perminyakan PT Pertamina (Persero) telah memperpanjang periode Head of Agreement (HOA) dengan Saudi Aramco untuk mengembangkan Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap. Pengembangan RDMP kilang Cilacap, Jawa Tengah, ini ditargetkan selesai pada 2022.

Terkait soal ini, sudah ada kesepakatan Pertamina dengan Saudi Aramco untuk membentuk perusahaan patungan atau joint venture untuk menggarap proyek RDMP kilang Cilacap tersebut.  Perjanjian pembentukan joint venture akan ditandatangani oleh kedua pihak akhir Desember 2016.

“Jadi dengan Saudi Aramco sudah ada kesepakatan joint venture yang diharap bisa ditandatangani akhir Desember ini,” ujar Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, di Cilacap, pekan lalu.

Menurut  Dwi Soetjipto, feasibility study (studi kelaikan) untuk mengembangkan RDMP kilang Cilacap, akan dilakukan pada Januari hingga Februari 2017. Kemudian silanjutkan dengan Basic Engineering Desain (BED), sedang groundbreaking akan dilakukan akhir 2017.

Dikatakan, porsi saham dari perusahaan patungan tersebut 55% untuk Pertamina dan 45% untuk Saudi Aramco. Nilai investasi yang dikeluarkan dalam pengembangan kilang Cilacap diperkirakan sebesar US$ 5 miliar dollar AS setara dengan Rp 65 triliun.

“Dengan porsi saham 45%, Saudi Aramco mengeluarkan dana sekitar US$ 2,25 miliar atau Rp 30 triliun,” jelas Dwi Soetjipto.

Sementara itu, terkait peringatan HUT ke-59 Pertamina memberi bantuan kepada masyarakat, khususnya nelayan di Cilacap.

Dirut Pertamina  mengatakan, fihaknya tak hanya mencari keuntungan, tetapi juga mendorong pembangunan nasional. Salah satunya mendorong usaha kecil, khususnya nelayan.

“Peran BUMN untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat. Jadi kami tidak memikirkan profit, peran utamanya untuk pembangunan nasional,” ujarnya di Pantai Teluk Penyu, Cilacap.

Bantuan Pertamina meliputi beasiswa untuk para anak nelayan, sarana tangkap ikan, sarana pembersihan dan pengelolaan sampah, pengolahan rumput laut, penyerahan bibit mangrove, perbaikan gedung, pengembangan infrastruktur jalan, dan perbaikan mushala.

Khusus untuk masyarakat di Pantai Teluk Penyu, Pertamina bersinergi dengan BUMN lain memberi bantuan berupa beasiswa kepada 100 pelajar SD, SMP, SMA, sarana tangkap ikan untuk 10 kelompok nelayan, perbaikan gedung HNSI, dan pembangunan jalan setapak di kelurahan Donan, Kali Anget. Kemudian, perbaikan 20 rumah di Kampung Laut, perbaikan rumah jaga dan paving block di SDN 9, dan perbaikan mushola.  **ERICK A.M.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *