Pengembangan Pelindo II Banten Serap Dana Rp 1 Triliun

  • Whatsapp
: GM Pelindo II Banten Chiefy Adi Kusmargono(kanan) dan Ketua DPC INSA Banten ST. Agus Sutanto dalam penandatanganan kesepakatan
GM Pelindo II Banten Chiefy Adi Kusmargono(kanan) dan Ketua DPC INSA Banten ST. Agus Sutanto dalam penandatanganan kesepakatan

Jakarta, Maritim

Guna lebih memacu produktifitas  kinerja bongkar  muat , PT Pelindo II (IPC)  Cabang Banten  melakukan sejumlah rencana strategis  pengembangan fisik dan penunjangnya.

General Manajer PT Pelindo II Banten, Chiefy Adi Kusumargono kepada pers di sela-sela penandatanganan kesepahaman dengan INSA Cabang Banten  beberapa waktu lalu (1 Januari 2017) tentang lamanya waktu tambat (Etmal) mengatakan, sejumlah proyek strategis pengembangan pelabuhan yang bakal dimulai tahun  2017 ini antara lain, pembangunan  dermaga sepanjang 400 meter, pembangunan gudang curah pangan yang dilangkapi dengan GLC (Gantry Luffing Crane) dan HMC (Harbour Mobile Crane) dan penyambungan dermaga 8 dan 7.

“Nilai investasinya semua itu kira-kira mencapai Rp1 triliun, dan ini sifatnya ivestasi multi years. Semua proyek itu dimulai tahun 2017 ini, termasuk pembangunan dermaga baru yang direncanakan ground breaking bulan Agustus. RIP (rencana induk pelabuhan) telah ditandatangani oleh Menteri Perhubungan pada 27 Januari 2017,” kata Chiefy yang juga didampingi Deputy GM Adi Sugiri.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pengembangan layanan kepelabuhanan yang juga dilakukan dalam anggaran 2017 ini adalah pembangunan sistem online untuk TPS  dan auto gate system. Proses pendataan truk pengangkut dan pengemudi sedang dalam proses dan ditargetkan pada smester I 2017 sudah terealisasi.

Peningkatan layanan keamanan  juga menjadi  bagian konsen Pelindo II Banten. Intinya adalah optimalisasi standar keamanan lini 1 sesuai ISPS Code. Setiap yang keluar masuk dipastikan terdata dan dilengkapi dengan peralatan safety.

“Salah satu ‘senjata’ pelabuhan untuk dapat bersaing dalam pelayanan adalah kekuatan fasilitas dan peralatan serta produktifitas,” ungkap Chiefy.

Masduki dari Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Banten yang saat itu turut hadir menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara Pelindi Banten dan DPC INSA setempat sangat mendukung upaya percepatan kinerja bongkar muat di pelabuhan itu. Bahkan, pihaknya siap mendorong untuk dilibatkannya swasta dalam investasi alat yang lebih produktif dalam bongkar muat dengan prinsip tetap saling menguntungkan. “Kami dari swasta ada alat bongkar muat yang relative lebih cepat produktifitasnya, diharapkan dapat kerjasama dengan Pelindo. Yang penting kami ada kepastian usaha dan market yang ditangani,” ujar Masduki yang langsung direspon positif oleh GM Pelindo II Banten Chiefy.

Kesepakatan

Pada hari Rabu 1 Februari 2017, Manajemen Pelindo II Banten dan DPC INSA Banten menandatangani nota kesepakatan untuk lamanya waktu tambat  di pelabuhan itu. Kesepakatan diteken oleh General Manajer PT Pelindo II Banten, Chiefy Adi Kusumargono dan Ketua DPC INSA Banten S.T. Agus Sutanto.

Dalam kesepatakan itu, sejumlah point disepakati untuk lebih dipersingkat waktu tambat kapal (Etmal), antara lain,  untuk kapal di bawah 1000 GT komoditas unitized cargo ditetapkan 1 hari dari sebelumnya yang mencapai 2 hari. Sedangkan lainnya tetap sepakat seperti sebelumnya (existeing) yakni bag kargo 3 hari, curah kering 2 hari, curah cair 1 hari dan break bulk 3 hari dan petikemas 1 hari.

Sedangkan kesepatakan Etmal kapal 1000 s/d 2.499 GT Etmal  untuk komoditas unitized cargo disepakati turun dari 4 hari menjadi 3 hari, curah cair dari 2 hari menjadi 1 hari.  Sedangkan lainnya tetap untuk komoditas break bulk, curah kering, bag kargo yakni 4 hari, serta petikemas 1 hari.

Kesepakatan Etmal untuk kapal  ukuran 5 ribu s/d 9.999 GT komoditas unitized  kargo dan curah kering adalah dari 7 menjadi 5 hari, petikemas dari 4 menjadi 2 hari. Sedangkan break bulk dan bag kargo tetap 8 hari sesuai existing. Adapun untuk kapal ukuran 10 ribu sampai 14.999 GT, komoditas break bulk disekapati dari 100 hari menjadi 8 hari, unitized kargo dari  8 hari menjadi 7 hari, curah kering dari 8 hari menjadi 6 hari, curah cair dari 5 hari menjadi 4 hari, petikemas dari 5  hari menjadi 2 hari.Sedangkan bag kargo tetap sesuai existin yakni 9 hari.

Etmal kapal ukuran 15 ribu GT s/d 24.999 GT disepakati turun untuk komoditas break bulk dari 14 hari menjadi 12 hari, unitized kargo dari 13 hari menjadi 11 hari, curah kering dari 13 hari menjadi 9 hari, curah cair dari 7 menjadi 5 hari dan petikemas dari  7 hari menjadi 3 hari. Adapun muatan bag kargo tetap yakni 13 hari. Kapal 25 ribu s/d 34.999 GT disepakati untuk break bulk 13 hari, bag kargo 20 hari, unitized 14 hari, curah kering 12 hari, curah cair 7 hari dan petikemas 4 hari. Sedang kapal di atas 35 ribu GT disepakati Etmal-nya untuk komoitas break bulk 18 hari, bag kargo 22 hari, unitized kargi 16 hari, curah kering 15 hari, curah cair 8 hari dan petikemas 6 hari.**[*A.Habib]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *