KA KEDUNGSEPUR BEROPERASI TAHUN 2018

  • Whatsapp

 

 

 

 

 

 

Semarang – Maritim

PERENCANAAN reaktivitasi kereta Api (KA)  jalur tengah  Jawa Tengah yang sudah dimulai sejak tahun 2012 oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerin Perhubungan akan segera tuntas. Tahun 2018 diharap proyek reaktivasi itu dapat menghubungkan jalur antara Stasiun Tuntang Kabupaten Semarang  dengan Stasiun Kedungjati Kab Grobogan.

“Ke depan, akan ada jalur KA yang menghubugkan jalur Semarang-Kedungjati-Tuntang-Ambarawa sudah bisa aktif kembali” ujar Djoko Setijowarno, Kepala Laboratorium Transportasi  Unika Soegijopranoto Semarang yang juga Ketua Masyarakat Transportasi (MTI) Jawa Tengah.

Proyek tersebut dilaksanakan menggandeng Pemprov Jawa Tengah dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sejauh ini sterilisasi  jalur KA yang akan diaktifkan kembali juga telah dilaksanakan meski belum selesai semua. Menurut Djoko aktifnya jalur KA ini diharap akan mengembalikan kejayaan keramaian Stasiun Tuntang masa lalu. Dengan demikian,  masyarakat Jawa Tengah khususnya yang dilintasi jalur KA Kommuter itu akan menikmati layanan KA yang menghubungkan kota-kota dilintas tengah Provinsi Jawa Tengah tersebut.

“Warga Salatiga yang tidak pernah dilewati jalur kereta, dapat menikmati perjalanan kereta komuter ini nantinya ke Semarang. Jalur KA Ambarawa-Semarang merupakan bagian dari Komuter Aglomerasi Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang dan Purwoodadi). Pengerjaan fisik sudah dimulai sejak 2014. Namun ada hambatan, karena ada kondisi lahan yang kurang mendukung, hingga perlu waktu untuk proses konsolidasi tanah tersebut” jelas Djoko.

Stasiun Tuntang, Kabupaten Semarang Jateng dibangun tahun 1871 oleh Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), badan usaha perkeretaapian swasta masa Hindia Belanda. Lokasinya berjarak 150 meter dan nampak dari jalan raya Semarang-Surakarta. Satsiun ini, dulunya merupakan stasiun yang cukup ramai penumpang. Seiring ditutupnya jalur Yogya-Magelang-Ambarawa-Semarang, Stasiun Tuntang menjadi sepi. Namun sekarang kondisi sudah mulai ramai, terutama di akhir pekan atau liburan, karena ada kereta wisata Ambarawa-Tuntang (9 km) sehari bisa 3 kali perjalanan. ***(ERICK A.M.).

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *