PELINDO III RENOVASI AKUARIUM KBS

  • Whatsapp

Surabaya , Maritim

KEBUN Binatang Surabaya (KBS) yang dimasa kolonial disebut deerentuin (direnten), saat ini menjadi salah satu ikon pariwisata “Kota Buya”. Disayangkan , selama ini terkesan kurang mendapat terjadi pengembangan secara fisik. Berbagai kandang serta satwa yang ada, tampak apa adanya. Bahkan terdapa pula spot yang sering disebut sebagai “tempat jin buan anak”. Salah satunya adalah bangunan aquarium. Kondisi seperti itu, tampaknya telah mengusik PT Pelabuhan Indonesa III (Persero)/Pelido III untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan strategisnya. Sejak 3 tahun lalu, BUMN Pelabuhan yang bermakas di Surabaya itu, mulai mengulurkn bantuan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan tujuan meningkatkan performansi KBS.
Lewat waktu yang cukup lama, mulai tampak perubahan tampilan pada  Akuarium KBS yang kini sudah direnovasi menjadi lebih bersih, atraktif dan nyaman bagi pengunjung. Pembangunan gedung akuarium KBS ini baru saja rampung, dan pada Kamis (6/4/2017) lalu fasilitas tersebut diserahkan kepada pengelola KBS. Tekait halitu, Heru Purwanto Ketua Badan Pengawas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Surabaya berucap disaat serah terima bantuan renovasi: “Dulu, akuarium kami tampak lebih ngeri dari rumah hantu. Namun kini sudah jauh lebih nyaman bagi pengunjung. Dan yang pasti lebih edukatif”.
Tiga tahun masa pengerjaan tampilan baru  KBS ini dimulai sejak tahun 2015 dengan total anggaran Rp 2,7 miliar, berupa memperbaiki aquarium yang ada dan menambah fasilitas AC. Di setiap sudut akuarium juga dilengkapi papan informasi tentang ikan.
“KBS merupakan kebun binatang tertua di Indonesia, yang tentunya harus terus didorong supaya berkembang sebagai sarana edukasi masyarakat, dan pengunjung makin nyaman dengan perubahan ini. Kami berharap dengan adanya renovasi ini akan kian banyak warga yang berkunjung ke KBS dan merasa nyaman saat melihat koleksi ikan KBS. Bantuan kami lewat program CSR ini tidak banyak. Namun kami berharap bisa menjadi trigger bagi lembaga lain untuk sama-sama membangun KBS ” ucap Joko Noerhudha General Manager Pelabuhan Tanjung Perak, yang mendampingi Yon Irawan dalam fungsi Seketaris Perusahaan Pelindo III.
Berbicara tentang lembaga yang dipimpinnya, Chairul Anwar Dirut PDTS KBS mengatakan, tantangan lembaga konservasi saat ini begitu pesat. Persaingan bisamuncul tidak hanya antar kebun binatang milik pemerintah, namun juga antara lembaga serupa yang diselenggarakan oleh swasta. ***ERICK A.M.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *