KM WILIS MENABRAK BERUNTUN DI PELABUHAN BENOA

  • Whatsapp

Benoa, Bali – Maritim

KAPAL Motor (KM) Wilis yang dioperasikan oleh PT Pelni, kembali tertimpa musibah. Kali ini merupakan keceakaan beruntun yang terjadi di dermaga timur Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (21/4) siang. Musibah kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 12.25 WITA, setelah KM Wilis melaju ke dermaga timur Pelabuhan Benoa Bali. Kapal pengangkut penumpang yang dinakhodai oleh Benia Andrian dengan 64 orang ABK, kala itu membawa 46 orang dari kpasitas 719 penumpang. Akibat tabrakan itu, tiga kapal mengalami kerusakan berat.

Menurut saksi mata, kapal memasuki kolam pelabuhan Benoa dari arah selatan dengan kecepatan cukup kencang, kemudian menabrak dermaga. Tetapi kapal tak berhenti, bahkan selanjutnya menabrak kapal Cruise Sea Safari VII yang sedang bersandar di posisi meter 230, hingga terdorong mencapai posisi meter 340. Selanjutnya secara beruntun menabrak kapal ikan Jepang Ryoyoshimaru 08, yang sandar di posisi meter 280.

Bagi pengamat pelayaran, kejadian yang menimpa KM Wilis tersebut tidak terlalu mengherankan. Sebab di antara 27 armada Pelni KM Wilis yang mempuyai rute tetap Makassar–Selayar–Marapokot–Benoa-Bima–Labuan Bajo–Waingapu–Ende–Kupang itu, merupakan kapal carter yang telah cukup banyak mencatat rekor kecelakaan pelayaran. Di antaranya: 22 Mei 2011 mengalami kadas di perairan Bima NTB; 20 Maret menabrak karang hingga nyaris tenggelam di perairan Pelabuhan Waingapu NTT; dan 29 September 2016 juga hampir tenggelam di perairan Waingapu NTT karena kelebihan muatan dan cuaca buruk.

Terkait dengan musibah yang terjadi di Pelabuhan Benoa menurut keterangan Kapten KMWilis, mnjelaskan bahwa kapal Wilis saat akan sandar mengalami mati mesin bagian kanan, hingga kapal tidak bisa di kendalikan. Dalam kejadian tersebut, kapal Cruise Sea Safary VII mengalami kerusakan di bagian buritan hingga haluan bagian kanan. Untuk kapal ikan Jepang Ryoyoshimaru no 08, relling haluan kanan. Dalam kesepakatan antar fihak untuk Ryoyoshimaru no 08 dapat ganti kerusakan dari PT PELNI sebesar Rp 6.500.000. Untuk

Cruise Sea Safary VII dari hasil kesepakatan, pengerjaan di serahkan ke pihak Sea Safary VII dan biaya perbaikan ditanggung sepenuhnya oleh PT PELNI.

Komisaris Polisi Gatra Kepala Kepolisian Sektor (Kaplsek) KP3 Benoa, menjelaskan kepada awak media termasuk maritim.com di lokasi kejadian (1/4/2017):”Sudah terjadi kesepakatan dan perdamaian antar fihak terkait ganti rugi kerusakan”. ***ERICK A.M.

 

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *