SENDANG BIRU, UNTUK KAWASAN PERIKANAN TERPADU

  • Whatsapp

 

Read More

Sendangbiru, Malang – Maritim

MENURUT Andreas Edy Susetyo, Anggota Komisi XI DPR RI sejak dinyatakan sebagai Kawasan Perikanan Terpadu (KPT) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2015, di pantai Sendang Biru, Malang, sudah terdapat fasilitas yang direalisasikan, namun ada juga yang belum. Pantai yang selama ini dikenal sebagai kawasan wisata itu, tengah didorong jadi KPT, dilengkapi penangkapan ikan, perdagangan, industri, pengembangan, UMKM, dan pariwisata. Ujarnya di sela Field Trip Monitoring dan Evaluasi Komitmen serta Kendala Pelaksanaan Program Jaring OJK-KKP, Selasa lalu: “Yang sudah terrealisasi, antara lain rusunawa 124 hunian, yang dibangun Kementerian PUPR ”.
Dijelskan, cold storage sudah siap, namun sayang lokasinya di Kecamatan Turen yang jauh dari tempat pendaratan ikan. Ia harap, kedepan akan dibangun lagi cold storage di Sendang Biru hingga memudahkan pemrosesan ikan setelah nelayan usai melaut. Perlu pula segera dibangunan pabrik es pendukung kegiatan nelayan. Selama ini pabrik tak dibangun di pantai Sendang Biru karena minimnya pasokan listrik.
Terkait hal tersebut, Joice Lanny Wannia Manajer Area PLN Malang mengakui bahwa pasokan listrik ke kawasan itu masih terkendala, karena menggunakan kabel terbuka yang berpotensi bahaya. Diakui pula hal itu karena kurangnya komunikasi antara PLN dan pemda. Jika PLN tahu kebutuhan listrik di sana, akan “jemu bola”. Jelasnya: “Masih terdapat daya listrik idle 1.470 MW untuk Jawa Bali yang bisa untuk memasok ke Sendang Biru”.
Seara terpisah, Umar Ketua Kelompok Nelayan Pantai Sendang Biru katakan bahwa kebutuhan es balok sangat tinggi. Tiap kapal yang melaut minimum butuh 100-150 balok es. Jumlah itu bisa meningkat hingga 200.000 ton/hari pada musim panen ikan April-Desember sepanjang tahun. Produksi ikan di Pantai Sendang Biru selalu meningkat tiap tahun, kecuali 2016 menurun dibanding 2015 karena cuaca. Pada 2016, produksi ikan mencapai 3.324 ton dengan nilai Rp71,6 miliar, sedang pada 2015 mencapai 5.504 ton senilai Rp79,8 miliar.
Andreas mengusulkan pembangunan pabrik ditangani BUMDES. Untuk pengadaan tanahnya bisa bekerja sama dengan Perum Perhutani. Sementara itu Slamet Edy Purnomo Deputi Komisioner OJK menjelaskan, tren penyaluran kredit kelautan dan perikanan kian meningkat dengan digulirkannya program Jaring. Sampai akhir 2016, realisasi kredit telah mencapai Rp24,213 triliun, sedang sampai Maret 2017 mencapai Rp24,469 triliun. Ungkap Slamet: “Share dibandingkan total penyaluran kredit sudah mencapai sekitar 2%, jauh lebih meningkat dibanding beberapa tahun sebelumnya yang hanya 0,2%”.
Menurut Anton Nugroho Kasi Pengelolaan dan Pengawasan Sumber Data Kelautan dan Perikanan DKP , Pemprov sudah punya skema pengembangan Sendang Biru jadi KPT berdasar 32 program dengan anggaran Rp.181 triiun untuk bangun homes stay, wisata pesisir, peninggian lahan wisata dan lainnya. Tahun ini ada bantuan dari KKP senilai Rp16 miliar. ***ERICK A.M.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *