BEA CUKAI KEJAR PENYELUNDUP BAHAN PELEDAK ASAL MALAYSIA

  • Whatsapp

Ngurah Rai, Bali  – Maritim

BEKERJA sama dengan Mabes Polri, Bea Cukai terus memburu otak penyelundupan  amonium nitrate yang mengandung bahan peledak dari Malaysia, dengan tujuan ke Maluku Tenggara. Heru Pambudi Dirjen Bea Cukai Heru kepada awak media, pekan lalu menjelaskan, terungkapnya penyelundupan 63,8 ton amonium nitrate ini merupakan hasil tangkapan oleh Kapal Patroli Jaring Wallacea yang baru diluncurkan di kawasan perairan Bali, dan berhasil menangkap KM Hamdan V yang sedang berlayar di perairan Pulau Kangiang, sisi utara Bali. Dalam penggeledahan, petugas BC mengamankan 63,8 ton amonium nitrate senilai Rp 8,2 miliar. Bahan peledak itu dikemas dalam 2.552 karung dengan berat masing-masing 25 kg.

Read More

“Mereka tak bisa tunjukkan dokumen sah berupa manifest barang. Kareanya kami amankan nakhoda kapal berinisial JDN bersama sembilan ABK” ujar Heru yang didampingi Brigjen Pol Agung Setya, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Diterangkannya, kapal kayu Hamdan V awalnya sudah terlacak lepas jangkar dari Tangjung Belungkor, Malaysia, tetapi tak bisa ditangkap petugas BC wilayah barat, hingga kapal tersebut menempuh jalur dangkal menuju Maluku Tenggara.  Namun, setelah lewat perairan dangkal, kapal mengalami kebocoran dan ditarik ke darat untuk diperbaiki, tetapi akhirnya ditangkap.

Lebih jauh Heru menjelaskan, amonium nitrate ini sedianya akan dijadikan bahan bahan pembuatan bom ikan, atau untuk tujuan lain. Untuk 1 kg amonium nitrate dapat menghasilkan 20 botol bom ikan. Penyitaan terhadap 63,8 ton amonium nitrate ini dinilai mampu menyelamatkan kerusakan perairan seluas 5,2 hektar. Tegasnya: “Penangkapan ikan menggunakan bom amonium nitrat akan merusak terumbu karang, yang pada tiga wilayah perairan Indonesia, paling buruk dan di kawasan timur kian menurun kondisinya”.

Saat ini BC dan Mabes Polri masih mendalami penyelidikan. Berdasar ari banyaknya barang bukti, diyakini penyelundupan melibatkan sindikat lintas negara. Menurut Brigjen Pol Agung Setya ammonium nitrate merupakan bahan peledak yang diperirakan diproduksi di Tiongkok dan Jerman, namun transit di Malaysia dengan tujuan Indonesia timur. Pihaknya sedang memburu pelaku utama penyelundupan bahan peledak ini. Ujar Brigjen Pol Agung Setya: “Pelaku utama sudah terdeteksi dan dalam waktu dekat akan dapat ditangkap. Kami merasa prihatin karena para mafia mengajarkan nelayan melakukan penangkapan ikan dengan cara merusak ekosistem laut khususnya terumbu karang. Kami juga pernah lakukan pengungkapan sebanyak 1,5 ton amonium nitrat di wilayah Sultra, dan kali ini ditangkap di Kangeang. Mereka ini sindikat. Nelayan kita sudah diajarkan doktrin destroyed fishing, yaitu merusak laut untuk menangkap ikan. Kami juga pernah tangani penanganan di Pulau Selayar terhadap pelaku kejahatan serupa, dengan inisial AB yang menyimpan 1,5 ton amonium nitrat di rumahnya , untuk bahan pembuatan bom ikan”.

Sementara itu Budi Harjanto, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Ngurah Rai Bali, membenarkan pihaknya berhasil menangkap kapal kayu yang membawa bahan bom ammonium nitrate. Dalam penangkapan tersebut pihaknya langsung menghubungi Polda Bali untuk penyidikan terhadap ABK.***ERICK A.M.

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *