Tingkatkan Daya Saing, Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas Harus Dipercepat

  • Whatsapp
Sekretaris Lembaga Produktivitas Nasional Bambang Satrio Lelono (kanan) dan Rektor IPB Herry Suhardiyanto menandatangani MoU percepatan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing.
Sekretaris Lembaga Produktivitas Nasional Bambang Satrio Lelono (kanan) dan Rektor IPB Herry Suhardiyanto menandatangani MoU percepatan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing.

JAKARTA, MARITIM.

Menteri Ketenagakerjaan  M. Hanif Dhakiri mengajak semua pihak berpartisipasi aktif dalam mempercepat Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS). Gerakan nasional ini perlu diperluas dengan dukungan semua pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional.

Pernyataan  Menaker itu disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), serta LPN – Institut Pertanian Bogor (IPB), di Jakarta, Kamis (14/9/2017).

MoU tentang percepatan dan perluasan GNP2DS itu ditandatangani oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) selaku Sekretaris LPN Bambang Satrio Lelono, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Johnny Darmawan, dan Rektor IPB Herry Suhardiyanto.

Gerakan nasional peningkatan produktivitas dan daya saing, kata Hanif selaku Ketua Lembaga Produktivitas  Nasional (LPN), perlu dipercepat karena dalam beberapa tahun terakhir peringkat daya saing nasional Indonesia mengalami penurunan di antara 114 negara. Penurunan peringkat daya saing versi World Economy Forum tersebut, erat kaitannya dengan masih rendahnya produktivitas nasional.

Kondisi ini harus segera diatasi dengan melakukan upaya-upaya yang lebih maksimal dan terukur melalui gerakan berskala nasional dan bersifat masif. Percepatan dan perluasan GNP2DS merupakan keharusan yang perlu didukung semua pemangku kepentingan secara lebih sinergis dan berkesinambungan.

“Peningkatkan produktivitas menjadi kunci pertumbuhan ekonomi nasional, kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat, serta daya saing nasional,“ kata Menaker dalam sambutan yang diwakili Bambang Satrio Lelono.

Menaker menandaskan, gerakan nasional peningkatan produktivitas harus melibatkan berbagai komponen secara lebih komprehensif, holistik, terstruktur dan masif. Baik tingkat lokal maupun nasional, tataran mikro maupun makro.

Peningkatan produktivitas, lanjut Hanif,  merupakan salah satu isu pembangunan, sehingga tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Semua bidang usaha

Menurut Bambang Satrio, nota kesepahaman LPN-KADIN meliputi sosialisasi dan promosi peningkatan produktivitas di kalangan dunia usaha, pengembangan model dan metode peningkatan produktivitas di semua bidang usaha. Pengembangan program pelatihan, bimbingan, dan konsultansi peningkatan produktivitas di semua bidang usaha. Pengembangan publikasi dan informasi peningkatan produktivitas di kalangan dunia usaha dan pengembangan jejaring dan kerja sama peningkatan produktivitas dengan institusi di dalam maupun luar negeri.

Sedang nota kesepahaman LPN- IPB antara lain meliputi pengembangan program pendidikan dan pelatihan produktivitas di IPB dan mitra kerjanya, pengembangan program penelitian dan konsultansi serta pelayanan peningkatan produktivitas.

Usai penandatanganan Mou dilanjutkan seminar bertema“Gerakan Rakyat untuk Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing di Pasar Internasional”. Para pembicaraantara lain dari pemerintah, Kadin, perguruan tinggi, dan lembaga terkait lainnya.

Purwanto.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *