PEMUDA DIAJAK “PERANG” LAWAN SAMPAH DI LAUT

  • Whatsapp

Jakarta, Maritim

KEMENTERIAN Koordinator bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) Bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan kalangan LSM dan Komunitas Pecinta Lingkungan, menggelar acara Indonesia Youth Marine Debris Summit (IYMDS), dengan mengajak generasi muda menyelamatkan samudera dengan cara “perang” melawan sampah di laut (marine debris). Nani Hendiarti

Asisten Deputi Pendayagunaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Asdep PIPT) Kemenko Maritim ungkapkan, fihaknya sedang mempersiapkan rancangan Peraturan Presiden untuk pengelolaan sampah plastik di laut, yang salah satu pilarnya adalah mengubah perilaku seluruh stake holder dalam menyikapi masalah ini.

“Perubahan perilaku, merupakan pilar utama, yang berarti penting untuk semua kalangan terutama anak muda untuk mengubah perilaku terkait sampah ini” katanya lewat siaran pers, Kamis.

Ajang IYDS dimaksud mempertemukan generasi muda dari berbagai penjuru negeri untuk mendiskusikan dan menciptakan aksi nyata dalam mngatasi masalah sampah laut yang dihadapi Indonesia saat ini. IYMDS ini diselenggarakan akhir Oktober 2017 di Ancol, Jakarta. Peserta IYDS berjumlah 65 dibagi ke dalam 14 kelompok sesuai domisili.

Peserta dibekali pendanaan selama satu tahun penuh. Aksi tersebut dimonitor oleh mentor dan praktisi agar capaian tiap aksi dapat dipresentasikan DI Our Oceans Conference, konferensi tingkat global dari US Department of State yang berfokus pada Marine Protected Areas, Sustainable Fisheries, Marine Pollution dan Climate-Related Impacts on The Ocean yang rencananya akan digelar di Bali tahun 2018. Nani menambahkan, agar event semacam ini tidak berhenti hanya di wacana, diskusi dan seminar saja. Karenanya Nani menghimbau kepada generasi muda agar tetap menunjukkan konsistensi dan komitmennya untuk terus menularkan hal-hal positif yang sudah didapatkan kepada teman-temannya.

Pada gelar IYMDS kali ini para peserta bertemu dan mencari solusi masalah sampah laut melalui serangkaian acara yang meliputi: Workshop, Field Trip dan Action Plan. Untuk Workshop akan diadakan selama empat hari, dengan konten terdiri dari kegiatan seminar dan diskusi interaktif. Di sesi ini peserta dapat kesempatan belajar dari pakar dan praktisi yang menginspirasi . Field Trip akan melibatkan kegiatan menyelam yang dilakukan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini akan membantu peserta dalam memberi gambaran mengenai bahaya sampah laut. kemudian Action Plan akan jadi pamungkas acara sebelum para peserta kembali ke daerah masing-masing. ***MRT/2701

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *