ATASI LONJAKAN PENUMPANG DI KTI PELNI TAMBAH KAPAL

  • Whatsapp
liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, arus penumpang di seluruh moda transportasi
liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, arus penumpang di seluruh moda transportasi

Balikpapan – Maritim

MENJELANG, utamanya angkatan laut yang memiliki kapasitas angkut lebih banyak dan jangkauan tujuan lebih uas, berangsur naik. Berdasar kajian terhadap fenomena selama ini,  terbukti bahwa daerah tujuan di Kawasan Timur Idonesia (KTI) masih menjadi tujuan utama bagi mereka yang merayakan momen Nata dan Tahun Baru. Dari data, tercatat bila pada hari-hari biasa, rerata kapal hanya mengangkut hanya sekitar 600 penumpang, maka tiapmenjelang Nataru jumlah penumpang tujuan Balikpapan-Kaliantan Timu via Pelabuhan Semayang akan mengalami kenaikan menjadi sekiar 800 penumpang.

“Pada tiap menjelang libur Natal dan Tahun Baru, kami selalu mengambil langkah antisipasi agar seluru penumpang dapat terangkut. Oleh karena itu, pada akhir tahun 2017 dan awal ahun 2018, KM Lambelu diperbantukan guna mengisi rute tambahan ke Kupang, NTT” jelas Firman Rachimin Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan.

Sebelumnya, keberadaan kapal yang mampu memuat 2.300 penumpang itu akan menyokong keberadaan KM “Bukit Siguntang”.  Jelas Rachimin: “Sebelumnya rute ke NTT hanya sampai Larantuka dan dilayani dengan hanya satu armada ini”.

Tak ketinggalan, alokasi angkutan penumpang tujuan timur ikut ditambah oleh Pelni, masing-masing 30%. Jika dibanding tahun sebelumnya, Firman mengatakan kenaikan kali ini masih cukup wajar. Sejauh ini kepadatan aktivitas penumpang di pelabuhan Semayang masih tampak normal. Sementara terkait akomodasi penumpang, Pelni juga tengah perkuat layanan, melalui sistem penjualan tiket via travel agen. Termasuk urusan bagasi.

Masyarakat yang membeli  tiket melalui travel agen akan mendapat kode booking untuk ditukar dengan selembar tiket di kantor cabang PT Pelni atau di loket penukaran tiket di terminal penumpang. Penukaran dilakukan jauh sebelum keberangkatan atau pun hari H.

Firman Rachimin juga jelaskan, menyusul diterapkannya sistem Departure Control System (DCS) verivikasi data yng harus dilakukan. Utamanya, nama calon penumpang yang tertera di lembar tiket harus sesuai dengan identitas. Jika data yang tercetak tidak cocok, secara otomatis tidak dapat diberangkatkan. Sistem ini diberlakukan bagi seluruh calon penumpang, dengan mencocokkan identitas, tanggal keberangkatan, nama kapal dan pelabuhan tujuan.***MRT/2701

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *