Untuk Stabilisasi Harga, Bulog Gelontorkan 25 Ribu Ton CBP untuk OP

  • Whatsapp
Direktur OPP Perum Bulog Karyawan Gunarso tengah memberikan keterangan pers didampingi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Wijayanti dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi Arianto pada 'Launching dan Pelepasan Gerakan Stabilisasi Pangan Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah'
Direktur OPP Perum Bulog Karyawan Gunarso tengah memberikan keterangan pers didampingi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Wijayanti dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi Arianto pada ‘Launching dan Pelepasan Gerakan Stabilisasi Pangan Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah’

Jakarta, Maritim

Untuk menstabilkan harga komoditas beras nasional, sehingga masyarakat mudah memperoleh bahan pokok (bapok), Perum Bulog menggelontorkan sebanyak 25.000 ton beras dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Berapa pun yang diminta untuk operasi pasar (OP), kami siap mengucurkan, karena salah satu dari tugas Bulog adalah menjaga stabilisasi harga beras,” kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Perum Bulog, Karyawan Gunarso, usai acara ‘Launching dan Pelepasan Gerakan Stabilisasi Pangan Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah’, ke 11 wilayah hukum Polda Metro Jaya, menjelang Natal dan Tahun Baru, di Jakarta, Kamis (14/12).

Bulog, tambah Gunarso, siap menstabilisasi harga pangan secara masif di 198 titik pemukiman padat penduduk dan tempat keramaian di seluruh Indonesia. Apalagi, Bulog sebagai operator mempunyai tugas sebagai stabilisasi harga dan pemasok bahan pangan, sesuai perintah dari pemerintah..

“Bulog melaksanakan OP sampai harga jual bahan pokok yang diperlukan masyarakat benar stabil sampai akhir tahun. Di mana hingga Kamis (14/12) CBP yang dimiliki Bulog sebanyak 261.000 ton,” ujar Gunarso.

Untuk kebutuhan operasi ini, Bulog memiliki ketersediaan pasokan beras, gula, maupun minyak goreng dalam jumlah yang cukup untuk OP. Sehingga diharapkan mampu mencukupkan jumlah kebutuhan masyrakat.

Disebutkan, dalam Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) ini harga bapok beras dijual Rp40.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp12.500 per kilogram dan minyak goreng Rp11.000 per liter.

Gerakan Stabilisasi Pangan ini dapat pengawalan dari Polda Metro Jaya bekerja sama Kementerian Perdagangan, Perum Bulog dan Pemprov DKI Jakarta. Untuk teknis pelaksanaan dan penentuan lokasi ditentukan oleh Perum Bulog. Pihak Polda Metro Jaya menyiapkan 60 personil dan beberapa truk logistik serta truk pengangkut personil kepolisian.

Adapun pelaksanaan OP di wilayah Jabodetabek ini di mulai Kamis 14 Desember hingga 21 Desember 2017. Dengan tujuan untuk stabilisasi harga bapok, memberikan bantuan kepada masyarakat umum, terutama ibu rumah tangga, dengan harga wajar dan terjangkau.

Sementara Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahya Wijayanti, mengharapkan masyarakat tak perlu pusing memikirkan harga pangan yang tinggi ketika mengahadapi Natal dan Tahun Baru nanti.

“Masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru agar merasa tenang dalam menjalankan ibadah dan tidak perlu kuatir akan terjadinya gejolak harga bapok yang meningkat,” katanya.

Sedangkan Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Purwadi Arianto, menyampaikan selain melakukan tugas pengamanan, Kepolisian RI juga membantu sepenuhnya kebijakan pemerintah dalam hal menjaga stabilitas harga.

“Di mana, kami mengadakan kegiatan ini di 11 Polres, terkecuali di Polres Bandara Soetta dan KP3 Tanjung Priok. Operasi ini juga jadi bagian polisi dapat menindak secara hukum bila didapati oknum yang melakukan penimbunan,” ungkapnya. (M Raya Tuah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *