GELOMBANG TINGGI: FERI SULIT SANDAR DI BOLOK

  • Whatsapp

Kupang – Maritim

BURHAN Zahim, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang  mengatakan bahwa dermaga feri Bolok, Kabupaten Kupang, perlu dilengkapi infrastruktur pemecah gelombang (break water) untuk memudahkan kapal-kapal berlabuh saat kondisi cuaca buruk. Ujarnya saat dihubungi di Kupang: “Infrastruktur tembok pemecah gelombang menjadi salah satu kendala kami di dermaga Pelabuhan Bolok. Dengan belum adanya break water, saat gelombang besar maka kapal-kapal feri mengalami kesulitan berlabuh”.

Read More

Menurutnya, dalam kondisi tinggi gelombang tertentu, kapal-kapal feri tidak bisa bersandar di satu-satunya dermaga feri yang melayani aktivitas penyeberangan antarpulau dari dan menuju Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia mengatakan, kapal-kapal sering kali terpaksa harus melepaskan jangkar di perairan sekitar Pulau Semau dan menunggu hingga kondisi gelombang menurun.

“Sering juga kapal-kapal yang sudah berlabuh pun terpaksa  bergeser ke tempat lain karena saat gelombang besar, kapal bisa oleng dan menghantam badan dermaga sehingga bisa menimbulkan kerusakan,” katanya.

Untuk itu, menurut dia, perlu adanya infrastruktur pendukung berupa pembangunan tembok pemecah gelombang hingga memudahkan kapal-kapal feri berlabuh dengan aman dan lancar saat cuaca buruk atau gelombang besar. Burhan mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan provinsi untuk ajukan permintaan pembangunan infrastruktur tersebut ke Kementerian Perhubungan, namun masih menunggu tindak lanjutnya.

“Kami berharap usulan ini dapat ditindaklanjuti sehingga layanan penyeberangan antarpulau melalui Bolok bisa berlangsung lancar” katanya.

Menurut dia, infrastruktur pendukung di Dermaga Bolok perlu menjadi prioritas mengingat padatnya layanan aktivitas penyeberangan antarpulau untuk penumpang maupun arus barang melalui dermaga itu. Apalagi, lanjutnya, dermaga feri Bolok melayani penyeberangan dari dan menuju sebanyak 11 kabupaten yang menyebar di provinsi berbasiskan kepulauan itu.***LIES/Kug’Maritim

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *