SYAHBANDAR TG.PERAK AWASI ALAT KESELAMATAN PELAYARAN

  • Whatsapp

Tanjung Perak, Maritim

KANTOR Syahbandar Utama Tanjung Perak Surabaya Tak menginginkN terjadinya hal yang tak diinginkan, yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran, dengan melakukan pengawasan terhadap alat-alat keselamatan (Alkes) pelayaran di lingkungan tugas mereka. Unuk itu, Amiruddin Syahbandar Utama Tanjung Perak, Surabaya menginstruksikan kepada jajarannya terutama di bidang keselamatan berlayar untuk melakukan pembinaan terhadap salah satu circular life saving appliance

“Sejak 7 Februari hingga 28 februari 2018 langkah itu kami arahkan terhadap kondisi Life raft, life buoy, dan sekoci” tutur Amiruddin.

Terkait hal itu, Agus Sularto Kepala Bidang Keselamatan Berlayar mengemukakan bahwa  pengawasan dan pembinaan dilaksanakan bukan hanya terhadap kapal penumpang saja, tetapi juga terhadap kapal-kapal lainnya yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak.

Sementara itu, Agus Monang dari Tim Seksi Tertib Berlayar Kesyahbandaran Utama Kesyahbandaran Tanjung Perak menambahkan bahwa pihaknya secara rutin melakukan blusukan ke semua terminal di wilayah kerjanya. Dari hasil pengawasan dan pembinaan, terdapat beberapa temuan antara lain posisi life raft yang tidak sesuai, pemasangan painter line yang tak sesuai regulasi, mesin sekoci tidak dalam kondisi siap digunakan, beberapa life bouy pecah dan lampu tidak menyala.

“Temuan hasil lapangan tersebut langsung dilakukan perbaikan oleh awak kapal. Karenanya kami minta awak kapal, pemilik, operator kapal mau kooperatif dan bereaksi secara cepat melakukan perbaikan” ujar Amiruddin.

Pembinaan dengan cara blusukan ini masih diberikan teguran secara ringan. Contoh untuk KM. Leuser dan KM. Lambelu milk PT. Pelni telah diberi teguran tertuls, agar segera melakukan perbaikan, fungsi dan posisi terhadap life raft dan untuk kedepan, kalau masih terulang dengan tidak merespon hasil temuan tim, akan diberi sanksi lebih berat.

Syahbandar Utama Tanjung Perak Surabaya nyatakan apresiasi terhadap pemilik/ operator kapal, termasuk awak kapal yang kooperatif dan langsung melakukan perbaikan. Pungkasnya: “Kami akan tetap lakukan pembinaan dengan blusukan terhadap Circular Life Saving Appliance atau equipment pendukung keselamatan pelayaran”. ***ERICK A.M.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *