JANUARI 2018: WISMAN KE BALI TURUN 22,3%.

  • Whatsapp

Denpasar Bali – Maritim.

DIDUGA akibat terjdinya erupsi Gunung Agung selama September-November 2017  jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali pada buan Januari 2018 tercatat mengalami penurunan sebesar 22,3%. Hal itu ditilik berdasar jumlah kedatangan sebanyak 358.065 orang wisman, bila dibanding dengan periode sama tahun lalu tercatat sebanyak 460.824 orang. Kendati demikian, jika dibanding Desember 2017 justru mengalami kenaikan sebesar 13,34%.

Read More

“Peningkatan jumlah wisman yang datang pada bulan Januari 2018 diduga akibat mulai pulihnya kondisi pariwisata Bali pasca erupsi Gunung Agung mulai yang berlangsung sejak September 2017” jelas Adi Nugroho Kepala BPS Bali Kamis lalu.

Berdasar data BPS Bali, dibanding dengan Januari 2016 jumlah turis asal Tiongkok yang dalam beberapa bulan terakhir sempat memuncaki kontribusi dalam kunjngan wisman, justru mengalami penurunan tertinggi, sebesar 68,17%. Jumlah turis asal Korea Selatan juga mengalami kemerosotan hingga 35,51%, disusul turis asal Jepang yang turun 17,38%. Turis dari negara andalan Bali, yakni Australia juga mengalami penurunan tetapi hanya 5,31%. Dengan penurunan yang relatif rendah itu, menjadikan Australia kembali tercatat sebagai kontributor terbesar turis ke Bali pada Januari, yaitu sebanyak 86.658 orang. Sedangkan Tiongkok berada di urutan kedua pemasok turis, mencapai 47.090 orang. India menjadi negara terbanyak ketiga sebanyak 29.016 orang, atau naik hingga 65,62%.

Guna mengejar target kunjungan 19 juta wisatawan tahun 2019,  maka tahun 2018 ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisman dari Arab Saudi, sebagai negara kontributor wisman yang masih baru. Untuk itu, Indonesia memicu langkah, dengan mengikuti pameran di luar negeri, dengan harapan akan terjadi peningkatan dibanding kunjungan tahun 2017 yang terealisasi 166.111 orang wisman.

Terkait hal itu, Kemenpar bersama sejumlah pelaku pariwisata dari lima destinasi unggulan di Tanah Air kembali berpartisipasi dalam gelar pameran dan bursa pariwisata internasional terbesar di Arab Saudi, “Jeddah International Tourism & Travel Exhibition” (JITTE), yang digelar di Convention Centre Jeddah Hilton, pada 28 Februari-2 Maret 2018.

Dalam pameran dan bursa pariwisata internasional itu, Indonesia mempromosikan lima destinasi wisata unggulan yang banyak diminati wisman Arab Saudi dan negara Timur Tengah lain yaitu; Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat serta memperkenalkan destinasi baru Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) didukung penyiapan informasi mengenai destinasi, produk, dan paket wisata yang siap dijual kepada pengunjung pameran atau wisatawan Arab Saudi.

“Kunjungan wisman Arab Saudi tempati ranking pertama untuk pasar Timur Tengah. Jumlah kunjungan wisman Arab untuk tahun ini kami harapkan ada peningkatan” kata I Gde Pitana Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Minggu (4/3/2018).

Menurut I Gde Pitana selain pertumbuhannya yang tinggi kunjungan wisman Arab Saudi juga memberi kontribusi devisa yang besar karena rerata pengeluaran wisman dari negeri petrodollar tersebut mencapai dua kali lipat dibanding wisman dari negeri lain. Rerata wisman Arab Saudi ketika berkunjung ke Indonesia mengeluarkan belanja sebesar US$ 2.200/orang per kunjungan, sedang wisman dari negara lain hanya US$ 1.100/orang, hingga berdampak pada penambahan devisa negara.

Setelah berpartisipasi dalam pameran JITTE, sebagai ajang pameran bussiness to costumer (B2C), Kemenpar juga menyelenggarakan misi penjualan (sales mission) dengan menggelar table top untuk mempertemukan 5 sellers dari Indonesia dengan 80 buyer dari Arab Saudi. Sales mission di Kota Jeddah kali ini untuk menunjang kegiatan pameran yang telah dilaksanakan. Kegiatan Sales Mission yang bersifat Bussiness to bussiness (B2B) jadi bagian penting karena mencakup pengenalan destinasi wisata dalam rangka meningkatkan branding Wonderful Indonesia. ***ERICK A.M..

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *