REVOLUSI MENTAL AWARD 2018 UNTUK PELINDO III

  • Whatsapp
Corporate Representative Pelindo III Sugiono (kanan) mewakili menerima trofi Gold Winner Kategori BUMN Indonesia Tertib
Corporate Representative Pelindo III Sugiono (kanan) mewakili
menerima trofi Gold Winner Kategori BUMN Indonesia Tertib

Jakarta, Maritim

BADAN Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indoneia III (Persero)/Pelindo III, lakukan sejumlah inovasi sebagai upaya mengubah stigma pelabuhan, dari yang semula berantakan menjadi tertib dan modern. Langkah itu mendapat apresiasi tinggi, hingga diganjar Gold Winner Kategori BUMN Indonesia Tertib Terbaik pada ajang Revolusi Mental Award 2018. Penghargaan itu merupakan bkti keberhasilan BUMN dalam menjalankan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Sugiharto, mantan Menteri BUMN 2004-2007 sebagai Ketua Dewan Juri, di penganugerahan Rabu (26/4) malam, menjelaskan tujuan digelarnya event tersebut ialah untuk mengukur implementasi GNRM pada BUMN dan memberi apresiasi bagi yang sudah melaksanakannya. Ungkapnya: “Dulu pelabuhan sangat kotor, semrawut, banyak preman dan pungli. Kini telah beruah menjadi bersih, tidak menakutkan, dan makin baik pelayanannya”.

Corporate Representative Pelindo III Sugiono yang hadir mewakili penerimaan penghargaan tersebut, menyampaikan: “Pelindo III merasa terhormat atas penghargaan BUMN Indonesia Tertib Terbaik sebagai apresiasi terhadap upaya kami dalam mengubah citra pelabuhan jadi modern yang tertib, sejalan Gerakan Nasional Revolusi Mental yang didorong pemerintah”.

Dikatakan pula, salah satu inovasi yang dilakukan Pelindo III yaitu menghadirkan Surabaya North Quay (SNQ) pada gedung terminal penumpang kapal laut, Gapura Surya Nusantara di Pelabuhan Tanjung Perak dengan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur logistik untuk ruang publik. SNQ jadi destinasi maritim yang membawa warga Surabaya menjadi bagian komunitas maritim dunia karena dapat berinteraksi dengan wisatawan mancanegara saat ada cruise internasional sandar. Kendati terdapat destinasi wisata di lingkungan pelabuhan  tetapi berbagai pengaturan dilakukan agar pelabuhan tetap tertib”.

Lebih jauh dijlaskan, inovasi teknologi dengan penerapan Internet of Things (IoT) memegang peran penting dalam transformasi proses bisnis dan operasional. Kini rapat-rapat koordinasi perencanaan jasa sandar kapal di Pelabuhan Tanjung Perak sudah dilakukan secara online. Digitalisasi juga masuk pada bisnis medis, di anak perusahaan Pelindo III, RS PHC Surabaya yang kini sudah meluncurkan aplikasi RS PHC Care untuk mempermudah costumer dapat layanan dan informasi. Beberapa fitur tersedia, yaitu pendaftaran pasien baru, pendaftaran rawat jalan, jadwal praktek dokter, fasilitas, alamat, dan lainnya.

Di esempatan terpisah dari Surabaya, Human Capital and General Affair Director Pelindo III, Toto Heli Yanto, mengatakan, hal utama dari upaya mengubah citra pelabuhan yang tertib yaitu internalisasi budaya tertib kepada karyawan. Jelasnya:”Karena karyawan merupakan modal terpenting organisasi, maka salah satu fokus transformasi Pelindo III selain aspek pocess dan  technology, ialah faktor people atau sumber daya manusia, maka berbagai inovasi dilakukan dengan lebih populis, menyesuaikan dengan karakter mayoritas karyawan berusia muda. Agar proses internalisasi kebiasaan positif dapat berjalan efektif mendorong transformasi Pelindo III menjadi perusahaan maritim global”.***ERICK A.M.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *