MEN KP AJAK PENGUSAHA JEPANG INVESTASI DI INDONESIA

  • Whatsapp
Menteri Susi saat jumpa pengusaha Jepang

Tokyo, Maritim

RILIS Kementerian Kelautan dan Perikanan dari Tokyo, Jepang, yang diterima Maritim 1 Juni 2018, sebutkan Men KP Susi Pudjiastuti mengajak puluhan pengusaha Jepang berinvestasi di sektor perikanan Indonesia, termasuk di 6 sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di enam pulau terluar Indonesia, antara lain SKPT Sabang, SKPT Natuna, SKPT Morotai, SKPT Saumlaki, SKPT Moa, dan SKPT Biak Numfor.

“Enam pulau terluar saya pilih untuk diberikan ke Jepang agar digarap bersama pengusaha Indonesia. Ekonomi dibangun di wilayah-wilayah terluar Indonesia untuk food security dan defense security, karena Indonesia meru[akn negara sangat besar. Semua negara tetangga termasuk Jepang butuh Indonesia kuat dan stabil politik dan ekonominya” kata Menteri Susi di Imperial Hotel, Tokyo, Kamis (31/5/2018).

Kerja sama yang ditawarkan meliputi pengembangan enam SKPT di pulau terluar, Investasi diarahkan ke fasilitas cold storage, industri pengolahan perikanan dan pelabuhan. Menteri Susi katakan, sumber daya perikanan di laut Indonesia saat ini jauh lebih banyak dibanding beberapa tahun lalu. Disebutkan pula bahwa daya tangkap untuk ikan tuna hingga kerapu makin membaik. Ujar Men KP: “Sebanyak 68% yellow fin tuna dihasilkan di Banda Sea, dan Kepulauan Tual tiap hari kapal-kapal dari Jawa melaut untuk menangkap kakap merah dan kerapu yang tiap kapal dapat terisi 10 ton. Tangkapan ikan nelayan juga bertambah dengan bobot yang lebih besar. Nelayan-nelayan di Morotai dalam 2-8 mil mampumenangkap ikan tuna berukuran 50-90 kilogram. Bahkan di beberapa tempat di Banda satu ekor ikan tuna dapat mencapai berat 90 kg. Dalam tiga tahun ukuran tuna makin hari makin besar”.

Dengan dikembangkannya enam SKPT di pulau terluar bersama investor Jepang diharapkan industri pengolahan ikan Indonesia bisa dikirim ke banyak negara di dunia, misalnya hasil olahan ikan dikirim langsung ke Darwin Australia menggunakan pesawat terbang, dan dari sana dikirim lagi ke Jepang. ***ERICK A.M.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *