Dirjen ILMATE Kemenperin Letakkan Batu Pertama Perluasan Pabrik IV PT PECGI Senilai US$23 Juta

  • Whatsapp
Dirjen ILMATE Kemenperin Harjanto, Utusan Khusus Presiden untuk Jepang Rachmat Gobel, Presdir PT PECGI Kenichi Kudara dan Direktur Bisnis Energi Panasonic Corporation Jepang Tadanobu Kazuo berbincang usai peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pabrik keempat baterai koin Lithium Panasonic.

Bekasi, Jawa Barat, Maritim

Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, diwakili Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Harjanto, melakukan ground breaking ‘Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Perluasan Fasilitas Produksi Pabrik PT Panasonic Gobel Energy Indonesia (factory 4 Lithium)’, di Kawasan Industri Gobel, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (20/7).

Read More

Acara peletakan batu pertama perluasan pabrik dihadiri Direktur Bisnis Energi Panasonic Corporation Jepang Tadanobu Kazuo, Utusan Khusus Presiden RI untuk Jepang Rachmat Gobel, Presdir PT PECGI Kenichi Kudara dan undangan lainnya.

Dimulainya pembangunan pabrik baterai Lithium coin ini, menelan total investasi US$23 juta, sekaligus menunjukkan kepercayaan prinsipal Jepang kepada PT PECGI. Terutama dalam peningkatan kualitas dan kuantitas baterai yang diproduksi.

Di samping itu, perluasan pabrik ini merupakan langkah strategis perseroan, dalam mengantisipasi pesatnya pertumbuhan di pasar global. Yang diharapkan ke depannya jadi satu-satunya produsen baterai koin Lithium merek Panasonic di dunia.

Sampai tahun lalu, perusahaan telah memproduksi 30 miliar pcs baterai, terdiri 20 miliar pcs baterai kering Manganese dan 10 miliar pcs baterai koin Lithium. Dengan orientasi ekspor sebesar 92% ke 70 negara tujuan. Tenaga kerja yang terserap mencapai 2.500 orang, 29 karyawan di antaranya dari TKA.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT PECGI yang sejak 1987 telah berperan serta dalam membangun dan mengembangkan industri batu baterai di Tanah Air,” kata Harjanto.

Kesungguhan dalam membangun industri batu baterai di Indonesia telah ditunjukkan dengan terus dikembangkannya pabrik dan fasilitas produksi. Di mana, berdiri di lahan seluas 125.000 m2, dengan bangunan seluas 75.000 m2. Yang mana pada 2018 ini, perusahaan melakukan pembangunan pabrik keempat yang memiliki spesialisasi dalam memproduksi baterai koin Lithium.

Dengan perluasan pabrik, harap Harjanto, perusahaan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekononi Indonesia melalui kegiatan investasi. Penyerapan tenaga kerja lokal dan jadi industri yang berwawasan lingkungan.

Menurut Harjanto, pemerintah saat ini tengah berusaha membangun fundamental ekonomi Indonesia yang kokoh melalui pembangunan sektor manufaktur dan sektor-sektor pendukung lainnya di program Making Indonesia 4.0.

Dengan adanya program Making Indonesia 4.0, kegiatan produksi pada industri akan semakin efisien, sehingga produksi akan mempunyai daya saing baik dari pasar dalam negeri maupun pasar global.

“Kami berharap, kegiatan produksi di pabrik ini dapat mengimplemensikan industri 4.0, karena pemerintah telah resmi meluncurkan Peta Jalan Making Indonesia 4.0 pada 4 April 2018 lalu. Di mana telah ditetapkan lima sektor prioritas di dalamnya, seperti sektor makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, elektronika dan sektor kimia,” urai Harjanto.

Making Indonesia 4.0 memiliki tujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai sepuluh ekonomi terbesar pada 2030.

Harjanto berharap, perusahaan dapat terus meningkatkan kandungan lokal dengan melibatkan lebih banyak lagi industri dalam negeri. Selain itu perlu dikembangkan pusat R&D di Indonesia serta terus memberikan pelatihan kepada tenaga kerjanya agar dapat mendukung perusahaan semakin trampil dan meningkat kemampuan.

Sementara Utusan Khusus Presiden untuk Jepang, Rachmat Gobel, mengatakan dalam berinvestasi di Indonesia, Panasonic tidak hanya bertindak sebagai pemodal semata untuk meningkatkan foreign direct investment (FDI) dan penyerapan tenaga kerja, namun juga telah melakukan transformasi teknologi dan membangun SDM Indonesia.

“Sampai saat ini kami tetap konsisten untuk berkontribusi membangun negara melalui industri. Kemitraan usaha yang harmonis antara Gobel Group dengan Panasonic Jepang membuktikan industri dapat berkembang dengan baik dan terjalin dalam waktu yang panjang,” ungkapnya. (M Raya Tuah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *