Kemenperin Resmikan Pabrik Baja PT KNSS Senilai US$300 Juta di Cilegon

  • Whatsapp
Dirjen ILMATE Kemenperin Harjanto foto bersama Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin, Duta Besar Jepang untuk Indonesia HE Mr Masafumi Ishi, Dirjen KPII Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, Presdir PT Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Presdir KNSS Naomassa Narita serta Direktur Industri Logam Kemenperin Doddy Rahadi di depan produk baja lembaran untuk otomotif
Dirjen ILMATE Kemenperin Harjanto foto bersama Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin, Duta Besar Jepang untuk Indonesia HE Mr Masafumi Ishi, Dirjen KPII Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, Presdir PT Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Presdir KNSS Naomassa Narita serta Direktur Industri Logam Kemenperin Doddy Rahadi di depan produk baja lembaran untuk otomotif

Cilegon, Maritim

Industri baja otomotif lokal kian memperkuat sektor manufaktur. Pasalnya, Selasa (7/8), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meresmikan mulai beroperasinya pabrik baja PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS), dengan nilai investasi mencapai US$300 juta.

Read More

Peresmian seremoni dilakukan Menteri Perindustrian (Menperirn), Airlangga Hartarto, diwakili Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto. Yang ditandai dengan penekanan buzzer sekaligus PT KNSS kini telah siap menapaki bisnis baja galvanizing, annealing and processing line (GAPL) untuk memenuhi kebutuhan industri otomotif nasional.

“Industri baja di Indonesia ke depan semakin memperkuat struktur manufakturnya, karena tidak lagi hanya memasok untuk sektor konstruksi saja, tapi kini sudah mampu memenuhi kebutuhan sektor otomotif di dalam negeri,” kata Harjanto saat meresmikan pabrik baja PT KNSS, di Cilegon, Banten.

Langkah ini diyakini dapat mendorong industri baja domestik jadi sektor yang diperhitungkan di kancah dunia. Karena sudah memiliki kemampuan teknologi dan kualitas produk yang mampu bersaing. Mengingat saat ini kendaraan di Indonesia sudah mulai memakai baja lokal.

“Sebagian besar produsen kendaraan di Indonesia telah memakai baja dan komponen lokal. Hal ini memacu pengoptimalan terhadap tingkat kandungan dalam negeri (TKDN),” kata Harjanto.

KNSS didirikan pada Desember 2012, merupakan perusahaan joint venture antara Nippon Steel and Sumitomo Metal Corporation dari Jepang, dengan PT Krakatau Steel asal Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang usaha industri baja otomotif, dengan produk yang dihasilkan berupa cold rolled annealed steel dan hot dip galvanized steel serta galvannealed untuk segmen otomotif. Termasuk lembaran baja untuk panel luar otomotif dan lembaran baja berkuatan tinggi hingga kelas 1.2GPa.

Menurut Harjanto, produk baja yang cukup banyak digunakan di sektor otomotif, adalah jenis hot rolled coil (HRC), cold rolled coil (CRC) dan galvanized steel. Untuk itu, dengan beroperasinya pabrik ini akan diproduksi CRC dan galvanized steel berkapasitas 480.000 ton per tahun, yang diharapkan akan terus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor serupa.

“Jadi, adanya pabrik ini akan memberikan keuntungan dan berdampak positif bagi perekonomian nasional. Karena dapat menghemat devisa dari substitusi impor, peningkatan pendapatan pajak serta penggunaan bahan baku dan tenaga kerja lokal. Selain itu, mendorong pembangunan dan penguatan industri hilir di dalam negeri,” tambahnya.

Nilai investasi PT KNSS mencapai US$300 juta, dengan target menyerap tenaga kerja 280 orang, yang diperkirakan akan mampu memenuhi kebutuhan mobil berstandar tinggi. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi industri otomotif di Indonesia.

Direktur HR and GA PT KNSS, Djoko Muljono, menambahkan sebagai produsen penghasil baja otomotif terkemuka di Indonesia dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional, KNSS berkomitmen mendukung kemajuan industri baja di Indonesia. Melalui teknologi canggih, dengan menghasilkan lembaran baja berkualitas dan bermutu tinggi, untuk menghadapi kebutuhan mobil berstandar tinggi.

“Kami optimistis produk-produk yang dihasilkan dapat diterima baik oleh pasar domestik maupun luar negeri,” ujarnya. (M Raya Tuah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *