WISMAN DI BALI: BISING MUSIK DAN SAMPAH PLASTIK

  • Whatsapp
Para wisman di salah satu pantai di Bali
Para wisman di salah satu pantai di Bali

Sanur Bali, Maritim

CUKUP banyak wisatawan yang berlibur di Bali mengeluhkan kebisingan yang timbul dari suara musik di objek wisata, hotel dan restauran, serta sampah plastik yang memenuhi aliran sungai atau di laut. Seperti yang diungkapkan Louise Watters. Wisman asal Australia yang senang berlibur ke Bali. Tetapi, saat ini di beberapa tempat seperti daerah Seminyak sudah kurang nyaman lagi, karena terlalu banyak restoran maupun hotel-yang menyetel musik terlalu keras, hingga membuat bising dan tak nyaman.

Read More

I have come to Seminyak area, but too uproar there. Saya sempat berkunjung ke Seminyak yang saya nilai di sana sudah bising sekali. Karena, suara musik saling bersautan di satu tempat dengan tempat lainnya, sangat menganggu suasana liburan” jelasnya.

Louise mengaku berlibur ke Bali untuk menikmati suasana damai, tenang dan jauh dari suasana bising. Menurutnya, musik yang keras sudah biasa dinikmati di negaranya.  Yang ingin ia cari di Bali adalah suasana liburan yang tenang. Hal senada juga diutarakan Rosse dan Diane dari negeri kanguru, yang juga inginkan agar tempat-tempat menginap jauh dari suara bising musik yang terlalu keras. Mereka juga inginkan agar jangan terlalu banyak hotel yang dibangun terlalu tinggi-tinggi. Ujarnya: “Cukup yang sedang-sedang saja atau seperti rumah-rumah penduduk Bali yang sudah bagus hingga tak menganggu pemandangan”.

Sejalan dengan itu, Brian yang juga wisman asal Aussie, mengeluh adanya sampah-sampah plastik di beberapa titik. Seperti aliran sungai yang menuju ke pantai, hingga menganggu kebersihan dan pemandangan. Di laut, sampah plastik juga cukup mengganggu aktivitas wisatawan, dan berbahaya bagi ikan-ikan di habitatnya, sebab kalau sampah plastik sampai termakan akan menyebabkan ikan mati. Menurutnya: “Berdasar pengamatan, saat lakukan aktivitas snorkeling di pantai Amed, Karangasem, saya jumpai sampah-sampah plastik yang sangat menganggu. Saya berharap, agar fdenoimena itu diperhatikan. Jika terus terjadi seperti ini, tak menutup kemungkinan para wisman akan semakin enggan berkunjung dan menikmati liburan di Bali”.***ADIT/Dps/Maritim

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *