WISUDA POLTEK KELAUTAN & PERIKANAN UNTUK ANAK NELAYAN

  • Whatsapp
WisUdawan Poltek Kelautan & Perikanan Sidoarjo
WisUdawan Poltek Kelautan & Perikanan Sidoarjo

Sidoarjo Jatim, Maritim

SEJUMLAH 138 taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo mengikuti wisuda di Auditorium kampus setempat, Sabtu (25/08/2018). Selesai menuntaskan pendidikannya mereka mendapat gelar Ahli Madya (Diploma Ill) di bidang kelautan dan perikanan. Dari 138 taruna yang mengikuti prosesi wisuda, separuh dari taruna yang lulus merupakan taruna yang berasal dari anak nelayan yang dinilai kurang mampu dari sisi biaya, selama menjalani pendidikan dibiayai secara penuh oleh pemerintah.

Read More

Prof Syarief Wijaya, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) mengatakan, kurikulum di satuan pendidikan tinggi Iingkup KKP menggunakan model teaching factory dan mengembangkan dual sistem, kombinasi kampus dan industri. Ungkapnya: “Satuan pendidikan di KKP merupakan pendidikan vokasi yang menitikberatkan ketrampilan bekerja dan mampu mengikuti budaya kerja di dunia industri dan usaha”.

Lebih lanjut dijelaskan, teaching factory merupakan tempat mengembangkan diri dalam belajar kegiatan produksi, hingga banyak produk-produk inovatif yang dihasilkan dari satuan pendidikan Kelautan dan Perikanan. Jelasnya: “Taruna Politeknik KP di tempat pendidikan yang dibiayai pemerintah ini, dilibatkan secara langsung dan terbiasa melakukan proses produksi, mengevaluasi dan memasarkan hasil produksi”.

Menurut Syarief Wijaya, dari seluruh taruna yang diwisuda oleh Politeknik KP Sidoarjo, sebanyak 138 orang lulusan, telah masuk permintaan tenaga kerja sebanyak 98%, dalam artian Taruna Poltek KP yang lulus sudah banyak dipesan untuk mengisi lowongaan kerja di  berbagai perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam acara wisuda kali ini, Politeknik KP Sidoarjo menetapkan 5 wisudawan berprestasi, yaitu Dyan Denalla dari Program Studi Teknik Budidaya Perikanan dengan IPK 3,74, Ahmad Reza Pahlevi dari Program Studi Teknik Pengolahan Produk Perikanan dengan IPK 3,94, serta
Mutia Ariani dari Program Studi Teknik Penanganan Patologi Perikanan dengan IPK 3,90, Nur Vida Anindiayati dari Program Studi Agribisnis Perikanan dengan IPK 3,90 dan Yusuf Risman Permana dari Program Studi Mekanisasi Perikanan dengan IPK 3,81. ***ERICK ARHADITA

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *