KARANGASEM: THE SPIRIT OF BALI

  • Whatsapp
Wisman berbaur pemedak di Pura Agung Besakih
Wabup Karangasem I Wayan Artha Dipa

Amlapura, Maritim

SETELAH cukup lama dapat julukan “Bumi Lahar”, sesuai dengan posisinya yang sedemikian dekat dengan Gunung Agung yang akhir-akhir ini sering memuntahkan lahar vulkaniknya, kini Kabupaten Karangasem mulai mengukuhkan branding pariwisata di daerahnya dengan sebutan “The Spirit of Bali”, Semangat Ball.. Peluncuran merek terbaru kabupaten terendah dalam pendapatan asli daerah (PAD) di Bali ini dilakukan di Kuta, Sabtu (25/8/2018).

Read More

I Wayan Artha Dipa Wakil Bupati (Wabup) Karangasem katakan branding itu menegaskan identitas daerah di ujung timur Bali yang masih menyimpan begitu banyak keaslian adat, budaya dan juga alam, sebagaimana Bali pada masa lalu. Ungkap Wabup: “Dasar pemikiran ini jugalah yang kemudian mengilhami pemerintah beserta seluruh masyarakat Karangasem melahirkan Branding Karangasem the Spirit of Bali”.

Warisan Leluhur: Menurutnya, citra daerah ini ditonjolkan sebagai bentuk komitmen dalam mengangkat kembali semangat nilai-nilai Bali yang merupakan anugerah maha mulia dari Ida Sanghyang Widhi Wasa dan warisan yang sangat berharga dari para leluhur. Diharap branding ini akan perkuat citra daerah, dalam “menjual” pariwisata Karangasem kepada dunia, hingga nagari Karang Amla ini tak hanya sekedar berhenti di tepi hiruk-pikuk industri pariwisata di Bali.

Wisman berbaur pemedak di Pura Agung Besakih

Diakui, masih banyak masyarakat hingga wisatawan belum mengetahui keindahan alam Karangasem yang salah satunya berupa misteri dan eksotika Gunung Agung yang di masa lalu juga disebut Ardi Tolangkir.

Masih menurut Artha Dipa kepada Maritim, karena lokasi Karangasem yang jauh dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar, maka potensinya masih kurang dapat perhatian sebagaimana daerah lain oleh wisatawan. Di satu sisi, daerah ini memiliki keindahan alam bawah laut seperti Tulamben, Amed hingga peninggalan kerajaan berupa Taman Ujung. Ucapnya: “Besar harapan kami makin banyak wisatawan tertarik dan datang ke Karangasem, karena kami memiliki keindahan alam dan budaya asli Bali yang sangat pantas untuk dikunjungi”.

Delapan Destinasi: Kabupaten Karangasem akan tingkatkan kontribusi sektor pariwisata dengan cara mengoptimalkan promosi sejumlah kawasan strategis pariwisata yang dimiliki.

Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang akan jadi andalan mendongkrak kunjungan wisata terdapat di 8 lokasi, yakni Pura Agung Besakih, wisata tirta Tulamben, Amed dan Candidasa, kawasan rafting Telaga Waja, agrowisata Desa Sibetan yang merupakan penghasil utama salak, area Perbukitan Putung, Desa Ban Terpadu, hingga Taman Ujung, sebagai peninggalan Kerajaan Karangasem. Selama ini, masyarakat dan wisatawan domestik serta internasional, dinilai belum menyadari bahwa objek-objek wisata itu berada di wilayah Karangasem.

“Tugas pertama kami adalah bagaimana membuat nama Karangasem makin dikenal bukan karena “keunggulan” industri tuak, berbagai kisah miring yang menyebut hingga kini masih banyak balian (dukun) yang mempraktikkan ilmu hitam hingga tajen peteng (perjudian adu ayam tak berijin). Kami justru ingin memperkenalkan berbagai destinasi wisata yang belum banyak diketahui wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus)” tutur Wabup Karangasem I Wayan Artha Dipa, akhir pekan lalu.

Promosi lebih secara massif lewat media digital diharap dapat tingkatkan jumlah kunjungan ke daerah-daerah tersebut. Dengan mengemas branding “The Spirit of Bali” diharap mampu menumbuhkan kesadaran dari pelaku industri pariwisata bahwa Karangasem menyimpan sedemikian banyak keotentikan adat, seni, budaya, dan keindahan serta eksotika alam. Salahsatu moment unternasional yang akan menjadi sasaran kunjungan ke Karangasem adalah delegasi IMF-World Bank Group (WBG) Annual Meeting 2018 juga diharapkan bisa menikmati keindahan daerah ini.

Dampak Positif: Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Karangasem, daerah ini memiliki 8 hotel berbintang dan 294 hotel non bintang. Total kamar tersedia di kabupaten ujung timur Bali ini sebanyak 3.314 kamar. Tingkat kunjungan wisman akhir 2017 sebanyak 400.435 orang, tumbuh 16,5% dibanding dengan kunjungan 2016 yang sebanyak 343.274 orang. Namun, jumlah tersebut ternyata masih belum mencapai 10% dari total kunjungan wisman ke Bali pada tahun lalu yang mencapai 5,6 juta orang. Dicermati dari sisi jumlah wisnus justru lebih rendah lagi, hanya sebanyak 158.797 orang, turun dibanding dengan tahun sebelumnya yang tercapai 164.522 orang.

Artha Dipa berharap dengan mulai fokusnya menggarap sektor pariwisata, kunjungan wisman dan wisnus akan dapat meningkat hingga dua kali lipat. Jelasnya: “Wisata apapun itu semua penting karena bagian promosi. Tentu diharap ada kenaikan misal dari 500.000 orang menjadi 1,5 juta orang wisatawan yang berkunjung ke Karangasem”.

Kenaikan kunjungan itu diyakini akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran turis yang semakin banyak juga dapat mendongkrak kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah. Saat ini, dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp198,5 miliar, kontribusi sektor pariwisata hanya di posisi dua setelah pertambangan. Selama ini, Karangasem memang sangat mengandalkan pendapatan dari Galian C jenis material pasir, yang diyakini sebagai berkah akibat erupsi Gunung Agung di masa lalu.

Untuk merealisasikan rencana itu, Karangasem akan memperbaiki sejumlah infrastruktur akses jalan menuju ke objek wisata. Pengelolaan tempat wisata juga bakal diperbaiki agar setidaknya menyamai Pura Agung Besakih, yang sudah memiliki badan pengelola tersendiri.

Upaya lain yang akan ditempuh yakni menggandeng kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Klungkung.

“Kami akan fokus bersinergi dengan daerah lain seperti Klungkung sebagai daerah tetangga, agar bagaimana dapat membagi pengalaman serta dengan daerah lain semisal Gianyar dan Badung yang lebih maju dalam pengembangan pariwisata” kata Wakil Bupati Artha Dipa.

Ida Bagus Agung Gunarthawa Tim ahli Bupati Karangasem menyatakan daerah dengan luasan 839,54 kilometer persegi ini memiliki banyak potensi wisata. Objek wisata di daerah yang memiliki delapan kecamatan ini diklaim berbeda jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Dewata. Adapun sejumlah promosi yang sudah dilakukan antara lain dengan cara mendatangkan komunitas-komunitas pemerhati pariwisata, hingga mengenalkan daerah Karangasem melalui media digital.***ERICK ARHADITA/Karangasem

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *