PRESIDEN RI: PERAIRAN GLOBAL MASIH BERMASALAH

  • Whatsapp
Presiden RI (baris terdepan: 5) bersama Kepala Negara peserta OOC
Presiden RI (baris terdepan: 5) bersama Kepala Negara peserta OOC

Nusadua Bali, Maritim

 

Read More

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo, di depan peserta Konperensi Kelautan Kita (Our Ocean Conference /OOC) yang digelar di Nudsadua Bali (29-30/10/2018)  katakan, masih terdapat berbagai masalah yang dihadapi perairan global, mulai dari penangkapan ikan secara ilegal, hingga sampah yang berserakan di laut.

 

Menurut Presiden: “Masalah pertama, adalah penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing, dan kedua terkait pencemaran laut, ocean pollution. Secara jelas, kita dapat melihat tantangan yang dihadapi di kawasan laut. Kejatahan di laut makin marak, dan data terbaru menunjukkan jumlah ikan yang diambil secara ilegal, mencapai kisaran sebesar 26 juta ton dengan nilai mencapai US$.10-23 miliar tiap tahun”.

 

Selain illegal fishing, Presiden Jokowi juga menyebut masih banyaknya perompakan hingga perbudakan dan perdagangan manusia. Ungkapnya: “Masih banyaknya kasus perompakan, pedagangan manusia, penyelundupan obat-obatan, perbudakan, dan lain-lain. Selain itu juga ada permasalahan laut terkait tumpang tindihnya klaim maritim yang apabila tidak diselesaikan melalui negosiasi dan hukum internasional, akan berpotensi dapat mengancam stabilitas regional maupun global”.

 

Ditegaskan, hukum internasional di sektor kelautan ini harus menjadi pemandu bagi penyelesaian klaim maritim. Poin selanjutnya adalah kondisi kesehatan laut yang makin memprihatinkan. Berbagai masalah terkait kesehatan laut saat ini, di antaranya masalah sampah plastik, polusi air, rusaknya terumbu karang, pemanansan suhu laut, dan naiknya permukaan air laut”.

 

Disebabkan oleh berbagai masalah itu, Presiden Jokowi mengimbau dan mengajak semua pihak untuk cepat tanggap menghadapi berbagai tantangan. Khususnya setelah acara Our Ocean Conference 2018 berlangsung. Jangan sampai terlambat berbuat untuk laut. Saat ini diperlukan revolusi mental untuk menangani laut secara berkesinambungan. Karenanya diharap OOC harus jadi revolusi mental global dalam penanganan laut.

 

Our Ocean Conference 2018 merupakan gelar pertemuan tahunan yang mengundang para pemimpin dunia dalam upaya pengelolaan laut yang berkelanjutan. Tema OCC 2018 adalah “Our Ocean, Our Legacy”/Laut kita, warisan kita, telah mencerminkan pilihan dan tindakan bersama untuk pertahankan sumber daya laut berkelanjutan, sekaligus menjaga kesehatan laut, sebagai warisan yang diberikan kepada anak-anak dan cucu. Pada forum itu, Ditjen Perhubungan Laut diminta mengajukan kegiatan yang akan menjadi Komitmen Pemerintah Indonesia terkait Marine Protected Area di OOC 2018.***ERICK ARHADITA

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *