PELAKU USAHA PARIWISATA PESIMIS TARGET 20 JUTA WISMAN

  • Whatsapp

Jakarta, Maritim

Read More

SAMPAI dengan jelang tutup tahun 2018 ini, para pelaku usaha pariwisata pesimistis bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019 akan dapat mencapai 20 juta orang,  dengan bandingan tak tercapainya target tahun 2018. Maulana Yusran Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pihaknya pesimistis terhadap capaian target 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pun tak tercapai. Ungkapnya:

“Kami perkirakan, tahun depan asumsi kunjungan wisman ke Indonesia hanya akan tercapai sekitar 16 hingga 17 juta kunjungan”.

Menurut Maulana, sejak 2015 dalam menarik kunjungan wisman ke Indonesia, pemerintah hanya bergerak pada wisata alam atau leisure. Padahal, untuk mencapai target 20 juta maupun target setiap tahun, dapat dikembangkan dengan penyelenggaraan gelaran MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition). Ujarnya: “Justru program MICE yang punya potensi besar dalam menarik kunjungan wisman,  baru dilakukan tahun ini”.

Dikatyakanb pula, dengan  gelaran MICE di Indonesia, akan dapat mendatangkan 3 kali lipat kunjungan wisman leisure yang baru akan berdampak pada kunjungan wisman ke Indonesia selama tiga hingga empat tahun kemudian. Terkait hal itu, fihaknya berharap ada strategi baru untuk memperoleh kunjungan wisman di tahun depan, mengingat anggaran pariwisata sangat besar, hingga sayang bila tiap tahun tak juga memcapai target.

Mencermati kondisi tersebut, Hariyadi Sukamdani Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga memproyeksikan kunjungan wisman pada tahun depan hanya mencapai akan berkisar pada jumlah 16 juta, yang berarti  jauh dari target pemerintah. Masalahnya, saat ini  pemerintah hanya berfokus pada branding pariwisata. Padahal promosi yang dilakukan seharusnya dapat meningkatkan penjualan di sektor pariwisata, hingga branding yang dilakukan selama ini tak berpengaruh besar terhadap penjualan maupun transaksi paket destinasi wisata. Ujar Boss Sahid Grup itu: “Pemerintah dapat memberi insentif kepada wisatawan yang mau membeli produk atau menggunakan jasa di Indonesia. Selama ini, pemerintah memang telah memberi insentif, namun insentif hanya berupa Permenpar No: 102/2018 tentang penyediaan prioritas insentif bagi industri pariwisata yang masih jarang dikunjungi terutama di luar Bali.

Menurut Hariyadi, salah satu cara mencapai target kunjungan wisman pada tahun depan dapat berupa kerja sama dengan pemerintah daerah yang diharap mampu mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki dengan melibatkan unit terkecil pemerintahan desa, dengan optimalkan dana pusat dan daerah untuk kembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Jelasnya: “Alokasi anggaran pemerintah juga perlu ditingkatkan untuk promosi penjualan produk pariwisata melalui media konvensional maupun elektronik, dan kurangi anggaran untuk branding”.

Sementara itu, Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar juga tak optismistis memprediksi capaian kunjungan 20 juta wisman tahun depan. Menurutnya, tahun depan tak banyak penyelenggaraan MICE seperti pertemuan tahunan IMF-WB, Asian Games, dan Asian Para Games yang berdampak pada kunjungan wisman ke Tanah Air.

Menurutnya, pemerintah tak lagi fokus membranding destinasi wisata di Indonesia, dengan perkiraan selama ini brand Wonderful Indonesia sudah terkenal. Ujarnya: “Pemerintah telah cukup menggaungkan brand Wonderful Indonesia di kancah dunia. Kini yang perlu dilakukan ialah hard selling, program penjualan langung destinasi wisata. Saat ini juga perlu strategi khusus dalam menarik wisman ke destinasi wisata lain di Indonesia. Pemerataan destinasi ini penting agar tak membuat wisman jenuh datang ke Indonesia, karena selama ini turis yang datang berkunjung ke Tanah Air, sebesar 40% berada di Bali dan sekitarnya, lalu 30% di Jakarta, 20% berada di Batam dan sisanya 10% berada di 30 Provinsi yang ada di Indonesia.

Banyak PR yang harus dilakukan pemerintah dan pelaku usaha pariwisata untuk mencapai target 20 juta wisman ke Indonesia”.

Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Elly Hitabarat berpendapat untuk dapat mencapai target 20 juta kunjungan wisman di tahun depan, selain dilakukan dengan pemerataan destinasi wisata., seharusnya menyesuaikan dengan gaya hidup digital, hingga infrastruktur fisik dan teknologi wajib tersedia. Ujarnya: “Bisnis pariwisata berkembang pesat, tetapi porsi pemainnya masih belum terpetakan secara jelas”.

Terkait hal  itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya tetap meyakini bahwa target kunjungan wisman 20 juta akan dapat tercapai. Stretegi yang dilakukan dengan menarik kunjungan wisatawan halal yakni yang ditargetkan sebanyak 5 juta wisatawan. Terang Menpar: “Tahun ini ada 3,5 juta kunjungan wisata halal dari wisman ke Indonesia. Tahun depan yakin dapat dicapai 5 juta kunjungan, hingga berkontribusi capaian target 20 juta kunjungan. Selain itu, kami juga akan mengoptimalkan kunjungan wisman perbatasan agar datang ke Indonesia. Tahun depan diperkirakan sebesar 20% atau sekitar 3,4 juta wisatawan perbatasan dari total 20 juta kunjungan wisman akan datang ke Indonesia. Banyak strategi  akan kami optimalkan dalam mencapai target 20 juta kunjungan wisman.***ERICK ARHADITA

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *