S/D November 2018 Ngurah Rai Layani 5,6 Juta Wisman

  • Whatsapp
Ruang kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali
Ruang kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali

BADUNG BALI – MARITIM : Gerbang utama kunjungan pariwisata ke Indonesia, masih ditempati oleh Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, di desa Tuban, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Hal itu dibuktikan dalam catatan periode bulan Januari hingga November 2018, bandara satu-satunya di Pulaui Dewata itu, mencatat telah melayani sebanyak 5.621.756 orang wisatawan mancanegara (Wisman).

Yanus Suprayogi General Manager Bandara Gusti Ngurah Rai, pekan lalu menerangkan: “Bila dibanding dengan periode yang sama dengan tahun 2017 yang melayani 5.238.919 orang wisman, tercatat kenaikan sebanyak 382.837 jumlah wisman masuk atau tumbuh sebesar 7,31% year on year”.

Read More

Dijelaskan pula, dilihat dari jumlah asal wisatawan, maka wisman Tiongkok masih menjadi negara yang menduduki peringkat pertama serupa dengan pencatatan pada bulan–bulan sebelumnya pada 2018. Ungkapnya: “Kendati terjadi penurunan kunjungan wisatawan asal Tiongkok sebesar 39,90 % dibandingkan dengan kunjungan di bulan Oktober, tetapi wisman asal negeri ‘Tirai Bambu’ itu masih berada di peringkat pertama dengan presentase 23,08% secara akumulasi hingga tahun 2018.Tiongkok merupakan negara dengan kontribusi wisman paling banyak ke Bali, dengan jumlah sebanyak 1.297.669 wisman hingga November tahun 2018. Perlu dicatat bahwa penurunan kunjungan wisatawan asal Tiongkok pada Oktober 2018, utamanya terpicu oleh terjadinya gempa bumi di Lombok”.

Selanjutnya dipaprkan, peringkat kunjungan wisman ke Bali disusul wisatawan asal negara Australia dan India yang masih menepati urutan dua dan tiga penyumbang wisatawan di tahun 2018, dengan jumlah masing – masing sebanyak 1.080.718 dan 322.327 wisatawan. Dilihat dari angka wisatawan dari 10 besar negara penyumbang pelancong mancanegara di Bali pada November tahun ini tercatat mengalami kenaikan.

Ungkap Yanus Suprayogi: “Total kenaikan jumlah wisatawan di bulan November 2018 dibanding November 2017 yoy, adalah sebesar 17,35%, atau sejumlah 61.467 wisatawan”.

Ditambahkan, dari 10 besar negara penyumbang  pelancong ke Bali pada tahun ini, hanya tercatat satu negara yang mengalami penurunan jumlah wisatawan yaitu Cina sebesar 10,29% jika dibandingkan dengan November tahun lalu. Negara yang memiliki jumlah kenaikan terbesar dialami oleh Jepang dengan kenaikan sebesar 42,12%, atau sebenyak 5.848 wisatawan pada November tahun ini jika dibandingkan dengan pencatatan November tahun 2017.  Sedang Negara-negara Amerika Serikat dan India menepati urutan kedua dan ketiga. Wisatawan asal Amerika Serikat mengalami kenaikan sebesar 40,87% atau sebanyak 5.393 jiwa, disusul wisatawan asal India mengalami kenaikan sebesar 39,49% atau sebanyak  8.217 jiwa dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Memungkasi penjelasan, General Manager Bandara Ngurah Rai berucap: “Maka pada tahun 2019 mendatang kami menargetkan wisatawan Eropa akan lebih berkunjung ke Bali untuk memperoleh nilai tambah atas kualitas wisatawan. Dengan dibukanya rute penerbangan Moskow – Denpasar yang dilayani sebanyak tiga kali dalam seminggu, kami perkirakan akan dapat menambah kedatangan wisatawan Eropa ke Bali. Dilihat dari angka wisatawan dari 10 besar negara terdapat tiga negara yang sudah masuk 10 besar yaitu Inggris Raya, Perancis dan Jerman”. (Adit/Dps/Maritim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *