Waduh, Ada Congestion Surcharges Pelayaran di Makassar ?

 

JAKARTA: Dampak antrean kapal di terminal peti kemas pelabuhan Makassar yang berkepanjangan memicu perusahaan pelayaran angkutan peti kemas domestik bersiap mengutip biaya tambahan atau congestion surcharges.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Tabloid Maritim, terdapat tiga pelayaran kontainer domestik yang berencana mengenakan biaya tambahan tersebut.

Surcharges dikenakan terhadap angkutan peti kemas atau muatan yang masuk dan keluar dari pelabuhan Makassar terhadap kegiatan stuffing mulai 9 Januari 2019.

Ketiga pelayaran itu yakni SPIL,Tanto Intim Line dan Meratus Line yang dikabarkan telah menyampaikan kepada para relasi dan customernya prihal rencana pengenaan congestion surcharges angkutan peti kemas dari dan ke pelabuhan Makassar itu.

Surcharges congestion dikenakan untuk muatan general cargo dan empty container ukuran 20 feet sebesar Rp.1 juta/bok dan ukuran 40 feet Rp 2 juta/bok.

Sedangkan untuk muatan kontainer berpendingin atau reefer dikenakan surcharges Rp.2 juta untuk ukuran 20 feet dan Rp.4 juta untuk 40 feet.

Sedangkan PT.Tempuran Emas Tbk (Temas Line), salah satu pelayaran peti kemas domestik yang juga menggeluti angkutan peti kemas dari dan ke Makassar, mengaku tidak mengenakan surcharges atas layanannya.

Teddy Arif Setiawan, Direktur Operasi PT.Pelayaran Tempuran Emas Tbk (Temas Line), mengatakan pihaknya justru tidak akan mengenakan surcharges apapun terhadap kondisi pelabuhan Makassar saat ini.

“Saya mendengar sejumlah pelayaran yang berencana mengenakan congestion surcharges dari dan ke pelabuhan Makassar. Tapi kami (Temas) gak ikut kenakan surcharges, kami justru ingin bantu supaya antrean kapal di Makassar bisa segera diurai,”ujarnya.

Dirut PT.Pelabuhan Indonesia IV, Farid Padang yang dihubungi pertelpon, mengatakan terkejut dengan adanya rencana sejumlah pelayaran kontainer domestik yang akan kenakan surcharges congestion dari dan ke pelabuhan Makassar.

“Kami justru sedang membenahi pelayanan di pelabuhan agar antrean kapal bisa cepat terurai. Kalau ada surcharges (pelayaran) hal ini justru bisa menambah beban biaya logistik,” ujarnya.

Farid mengatakan, pihaknya sudah memberikan beberapa kemudahan dan pengurangan beban tarif di pelabuhan, termasuk layanan air bersih ke kapal.(mad/hb)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *