Mini Power Plant Pelindo IV Untuk Status Green Port

  • Whatsapp

MAKASSAR – MARITIM : Dalam rangka mendorong peningkatan kinerja bongkar muat barang termasuk petikemas di pelabuhan yang dikelalonya, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero)/Pelindo IV meresmikan program elektrifikasi, dengan membangun mini power plant. Fasilitas tersebut ditempatkan di area Container Yard (CY) Terminal Petikemas Makassar (TPM).

Read More

Farid Padang, Direktur Utama Pelindo IV mengatakan program ini juga menjadi salah satu upaya mendorong agar Pelabuhan Makassar dapat segara meningkatkan statusnya sebagai green port, pelabuhan hijau. Ungkapnya, saat acara peluncuran Jum’at lalu:  “Disiapkannya peralatan baru ini dimaksud sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar dan peningkatan produktivitas bongkar muat sekitar 20%-30%”.

Yang terjadi selama ini, peralatan bongkar muat di TPM dalam pengoperasiannya cenderung menggunakan bahan bakar solar. Dengan kehadiran mini power plant ini, penggunaan solar akan terus ditekan, karena dengan dioperasikannya mini power plant, penggunaan bahan bakar akan dapat terkoreksi menjadi lebih efisien sebesar 70%, dari solar ke listrik. Mini power plant juga berpotensi mengurangi emisi gas buang dibanding penggunaan peralatan yang selama ini beroperasi.

“Jadi lingkungan dan udara di sekitar pelabuhan yang berada di dalam Kota Makassar juga bisa lebih bersih” jelas Dirut Pelindo IV pula.

Program elektrifikasi alat bongkar muat ini disebut sebagai terobosan Pelindo IV dalam hal value engineering menyongsong era industri 4.0. Untuk melaksanakan program tersebut, perseroan menggelontorkan investasi sebesar Rp26 miliar.

Dengan perubahan teknologi tersebut, terdapat lima unit Container Crane (CC) yang akan terelektrifikasi mini power plant sebagai pembangkiy listrik mini berkapasitas 3 MW yang dibangun BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan.

Memungkasi penjelasan, Dirut Pelindo IV katakan: “Ke depan , kami akan membangun mini power plant lagi dengan daya yang lebih besar. Termasuk membangun fasilitas gasifikasi atau mini power plant berbasis gas yang lebih efisien, karena mesinnya menggunakan dual fuel“. (Lies/Kti/Maritim)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *