Optimalkan Tol Laut, Kemenhub Serahkan 2 Kapal Perintis

  • Whatsapp

SAUMLAKI – MARITIM : Guna mengoptimalkan program konektivitas antar pulau di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Kementerian Perhubungan dalam hal ono.Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Ditlala), menyerahkan 2 unit kapal perintis pendukung tol laut kepada PT.Pelni Cabang Saumlaki dan PT. Mandala Sejahtera Abadi (MSA).

Read More

Dua kapal tersebut yaitu KM ‘Sabuk Nusantara 41’ dan KM. ‘Sabuk Nusantara 72’ yang pada Jum’at lalu diserahkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) yang diwakili Dirlala Capt. Wisnu Handoko ke Capt Yanto Duriyanto Head of DPA/Ketua Tim Penerimaan Kapal Perintis PT Pelni di Saumlaki, Maluku Utara.

Penyerahan kedua kapal yang dilakukan secara simbolis di atas kapal KM. ‘Sabuk Nusantara 72’ tersebut menandakan kehadiran negara untuk menunjukan komitmen yang kuat dalam membangun konektivitas antar wilayah. Pada jkesempoatan itu, Capt Wisnu menjelaskan: “KM.’Sabuk Nusantara 72’ diserahterimakan ke PT.Pelni Cabang Saumlaki dan KM. ‘Sabuk Nusantara 41’ diserahterimakan ke PT. Mandala Sejahtera Abadi”.

Berdasar Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2016 (Perpres 2/16) tentang Penyelenggaraan Kegiatan Pelayanan Publik Kapal Perintis Milik Negara dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 tahun 2018 (Permenhub 48/18) Penyelenggaraan Kegiatan Pelayanan Publik Kapal Perintis Milik Negara, Pemerintah melalui Kemenhub melaksanakan penyelenggaraan pelayanan publik angkutan laut penumpang (perintis), barang dan angkutan perairan dari tahun ke tahun untuk menjaga konektivitas angkutan laut, ketersediaan kapal, ketersediaan barang kebutuhan masyarakat.

Dengan potensi yang dimiliki saat ini berupa 113 trayek dan 41 pelabuhan pangkal pada 23 Propinsi, dan sekitar 500 pelabuhan singgah , disediakan kapal perintis milik negara dengan ukuran 200 GT s/d 2000 GT dengan kapasitas angkut 30.000 penumpang, 17,7 % melayani Kawasan barat Indonesia, dan 82,3 % melayani Kawasan timur Indonesia sangat potensial.

Hal itu sejalan dengan tujuan dan sasaran penyelenggaraan pelayanan publik angkutan laut perintis adalah menghubungkan daerah yang masih tertinggal dan/atau wilayah terpencil, Terluar, Perbatasan yang belum berkembang dengan daerah yang sudah berkembang maju.

Selain tujuan dan sasaran tersebut, yang penting dan merupakan target dari angkutan laut perintis, adalah menghubungkan daerah yang moda transportasi lainnya belum memadai, menghubungkan daerah yang secara komersial belum menguntungkan untuk dilayani oleh pelaksana kegiatan angkutan laut, angkutan sungai & danau, atau angkutan penyeberangan,

Capt. Wisnu mengatakan bahwa ia optimis kapal-kapal yang sudah selesai dibangun, setiap minggunya akan dapat diserahkan, seperti dalam 3 minggu terakhir telah diserahkan  kapal-kapal perintis yaitu KM. ‘Sabuk Nusantara 94’ di Biak, KM. ‘Sabuk Nusantara 77’ di Sorong, KM. ‘Sabuk Nusantara 93’ di Kota Baru, KM. ‘Sabuk Nusantara 75’ dan KM. ‘Sabuk Nusantara 71’ di Ambon.

“Penyerahkan kapal akan dijadwal tiap pekan agar dapat segera untuk melayani masyarakat dan percepat pertumbuhan ekonomi. Kami minta tiap KSOP maupun UPP mengawasi dan melapor ke Kantor Pusat tiap saat. Ke depan tak ada lagi pengawasan di atas kapal karena kapal yang diserahterimakan ini sudah menggunakan teknologi terakhir. Kedepannya, Ditjen Hubla akan bekerjasama dengan PT. Telkom memantau pergerakan kapal dan pelayanan tiket online dan optimalkan ship management serta memasang CCTV di tiap-tiap kapal guna mengetahui aktifitas kapal” tutup Capt. Wisnu.

KM ‘Sabuk Nusantara 72’ akan melayani rute Saumlaki-Larat Molu Ambon-Ambalau-Namrole–Leksula–Namrole–Ambalau–Ambon–Molu–Larat–Sofyanin/Rumyaan–Tutu kembong–Saumlaki. Sementara itu, KM. ‘Sabuk Nusantara 41’ akan melayani rute Saumlaki – Kroing/Letwurung – Marsela – Tepa – Bebar/Wulur – Moa – Leti – Kisar/Wonreli – Lerokis – Eray/Esulit – Kalabahi – Eray/Esulit – Lerokis – Kisar/Wonreli – Moa-Leti – Bebar/Wulur – Tepa – Marsela – Kroing – Saumlaki. (LIES/KTI/Maritim

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *