Hadapi Era Digital, Indonesia Siapkan Konsep Baru Bidang Ketenagakerjaan

  • Whatsapp
Sekretaris LKS Tripartit Nasional, Aswansyah (duduk ketiga dari kiri), foto bersama dengan peserta konsinyering rancang bangun ketenagakerjaan di era digitalisasi.
Sekretaris LKS Tripartit Nasional, Aswansyah (duduk ketiga dari kiri), foto bersama dengan peserta konsinyering rancang bangun ketenagakerjaan di era digitalisasi.

JAKARTA – MARITIM ; Era digital diprediksi tidak hanya mengubah sejumlah model bisnis dan industri, namun juga merubah jenis-jenis pekerjaan berikut keterampilannya. Untuk menjawab tantangan tersebut, Indonesia tengah menyiapkan konsep rancang bangun ketenagakerjaan di era digital.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional, Aswansyah, dalam acara Konsinyering Rancang Bangun Ketenagakerjaan di Era Digitalisasi, Kamis (28/2) di Bogor.

Read More

“Dengan transisi perubahan yang terjadi ini, Indonesia harus siap menghadapi segala peluang dan tantangan, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan,” kata Aswansyah yang juga menjabat sebagai Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industrial (KKHI) Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurut dia, banyak aspek ketenagakerjaan yang terpengaruh oleh perkembangan industri di era digital. Mulai dari penyiapan SDM, hubungan industrial, hingga persoalan perlindungan sosial.

Untuk itu, LKS Tripartit sebagai forum yang berisi unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja, diharapkan dapat memberikan masukan yang komprehensif dalam bentuk Rancang Bangun Ketenagakerjaan di Era Digital.

“Saat ini sudah masuk tahap kedua. Walaupun masih dalam bentuk data, tapi diharapkan ke depan kita sudah mempunyai suatu konsep rancang bangun ketenagakerjaan yang lebih komprehensif,” katanya.

Dengan adanya rancang bangun tersebut, lanjut Aswansyah, pemikiran dan masukan dari LKS Tripartit Nasional dapat dijadikan sebagai alternatif dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan di masa depan, khususnya terkait hubungan industrial.

Ia berharap konsep rancang bangun tersebut dapat terselesaikan secepatnya, karena keanggotaan LKS akan berakhir Mei 2019. “Jadi walaupun belum final sudah kita plenokan pada bulan April,” ujarnya.  (Purwanto).

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *