Koneksi Kapal Tol Laut Dengan Kapal Penumpang

  • Whatsapp

SURABAYA – MARITIM : Sejalan dengan pemikiran untuk meningkatkan muatan balik dari luar Jawa , PT Pelni (Persero)berencana menyambungkan kapal tol laut dengan kapal penumpang. Dengan koneksi tersebut, muatan balik tol laut akan lebih cepat tiba di pelabuhan tujuan. Pelaksana Harian Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro mengatakan koneksi perdana dengan kapal penumpang dilakukan pada trayek tol laut H-1 dengan T-10.

Read More

Berdasar rencana tersebut, kedepan KM “Logistik Nusantara 2” dan KM “Logistik Nusantara 3” yang mengangkut bahan-bahan kebutuhan pokok dan barang penting pada rute Tanjung Perak-Makassar-Bitung (H-10), di Bitung, muatannya dipindahkan ke feeder KM “Kendhaga Nusantara 1”, kemudian barang-barang itu diangkut menempuh rute Bitung-Tagulandang-Tahuna-Melangoane-Miangas-Bitung (T-10).

Menurut Yahya, menggunakan feeder yang sama, muatan balik diangkut dari Tahuna dan pulau-pulau sekitarnya, setiba di Bitung, muatan dialihkan ke KM “Labobar”, “Dorolonda”, “Sinabung”, KM “Logistik Nusantara 2” atau KM “Logistik Nusantara 3”. Mana yang lebih dulu, “Logistik Nusantara” atau “Labobar” tiba di Bitung, muatan akan diangkut sesuai kedatangan kapal. Pemilik barang dapat menikmati waktu lebih cepat tiba di tujuan. Koneksi perdana “Kendhaga Nusantara I” dengan KM “Labobar” dilakukan mulai Minggu (10/3/19), dengan muatan, 25TEU’s batang pohon kelapa dari Tahuna menuju Surabaya.

Lebih jauh Yahya mengemukakan koneksi kapal penumpang dengan kapal tol laut akan terus dilakukan Pelni. Tidak hanya Bitung, rute lain yang memungkinkan juga akan segera dikoneksikan. Nenurutnya, Pelni terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah di sekitar pelabuhan tujuan tol laut untuk memaksimalkan armada mengangkut kargo balik.

BUMN pelayaran itu pada 2018 mengoperasikan enam rute tol laut dan dua kapal ternak. Adapun tahun ini, perseroan diberi penugasan lima rute tol laut dan satu kapal ternak. Pelni juga mengoperasikan 26 kapal penumpang yang terdiri atas tipe 3000 pax 1 unit, tipe 2000 pax 11 unit (2 unit di antaranya dapat mengangkut orang, kendaraan, dan kontainer), tipe 1000 pax 9 unit, tipe 500 pax 3 unit, dan tipe ro-ro 2 unit. Perusahaan pun mengoperasikan 46 kapal perintis untuk menghubungkan daerah maju ke daerah terpencil, tertinggal, terdepan, dan perbatasan (T3P). (Lies/Kti/Maritim)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *