Bali Genjot Ekspor Produk Pertanian

  • Whatsapp
Gubernur Bali lepas ekspor hasil pertanian lewat Benoa
Gubernur Bali lepas ekspor hasil pertanian lewat Benoa

BENOA BALI – MARITIM : Ternyata Bali tak hanya terkenal dari sisipariwisata dan keseniannya saja. Hal ini dapat dicermati lewat ucapan Gubernur Bali Wayan Koster yang berharap produk pertanian Bali yang sudah terkenal dapat diekspor ke mancanegara menyaingi produk dari Bangkok. Untuk mewujudkan hal ini Koster akan membuat kebijakan yang menyentuh dari hulu hingga ke hilir. Hal ini disampaikannya saat melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp 17,4 miliar di Packing House PT Buah Angkasa Bali, Pelabuhan Benoa, Kamis (21/3).

Gubernur menilai kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi Bali yang hanya 14,5%  terlalu kecil dari potensi yang sebenarnya. Ujarnya: “Karena itu kalau Pergub sudah berjalan, masuk ke hotel dengan harga minimum 20%n di atas harga produksi, industri berkembang, sentranya berkembang, dan kami akan mendorong produk ekspornya ke arah berstandar”.

Salah satu program yang akan dikembangkan ialah membuat rumah desain sebagai tempat membuat desain kemasan produk-produk yang akan diekspor. Selain itu Gubernur juga akan meminta masukan dari para eksportir untuk mengurangi hambatan dan kesulitan yang ada. Ujarnya: “Beri kami pengetahuan apa yang dilakukan negara lain supaya kami bisa mengimbangi produk-produk mereka”.

Salah satu upaya yang sedang dilakukan Gubernur Koster adalah membuat produk hasil pertanian Bali dapat lebih tahan lama dengan radiasi gamma. Salah satu negara yang sudah melakukan ini adalah Thailand. Ia mengatakan Bangkok saat ini sudah memiliki enam alat seperti itu, sementara Indonesia apalagi Bali belum punya. Kabupaten Buleleng menurutnya telah membuat proposal studi untuk mengadakan alat tersebut.

“Dalam waktu dekat tiyang akan upayakan itu supaya nantinya barang-barang pertanian  tak cepat busuk, rusak dan tak ada ulatnya. Sehingga dia akan bisa bertahan lama tidak akan jatuh harganya,” kata Guybernur Koster.

Kepala Karantina Pertanian Denpasar I Putu Terunanegara mengatakan pada tahun 2018 Bali berhasil mengirim 4.096 ton manggis ke Tiongkok. Bahkan pada triwulan pertama 2019 jumlah ekspor manggis sudah mencapai 631 ton dengan nilai devisa hingga Rp 45 miliar.  Menurut Terunanegara selama ini tidak ada notifikasi non complian dari negara tujuan yang artinya produk pertanian Bali sudah sesuai standar. Sementara mulai Maret 2019 ini, produk pertanian lagi yakni Salak Gula Pasir mulai melakukan ekspor perdana sebanyak 0,5 ton ke Kamboja. Ke depan sedang dipersipakan secara rutin ekspor Salak Gula Pasir sebanyak 50-100 ton per bulan.  (Adit/Dps/Maritim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *