Tekan Pengangguran, Pelatihan Vokasi Digenjot Lebih Massif

Karo Humas Kemnaker didampingi Plt. Kepala BLK Makassar (berkerudung) berdialog dengan salah seorang instruktur kejuruan otomotif.

MAKASSAR – MARITIM : Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) makin menggenjot pelatihan vokasi secara lebih massif. Beberapa terobosan juga dilakukan, misalnya meningkatkan mutu BLK (Balai Latihan Kerja) maupun menambah jumlahnya dengan membangun BLK Komunitas. Ini dilakukan sebagai upaya prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sekaligus meningkatkan kesempatan kerja dan menekan pengangguran.

“Total BLK di seluruh Indonesia saat ini ada 303 Unit. Terdiri atas 19 BLK UPTP (Unit Pelaksana Teknis Pusat) atau milik Kemnaker, dan 284 BLK UPTD yang dikelola daerah. BLK milik pusat yang berkapasaitas latih 64.000 orang per tahun seluruhnya dalam kondisi baik. Sedang dari 284 BLK yang dikelola daerah dan berkapasitas 210.600 orang per tahun, 135 dalam kondisi baik, 98 BLK kondisi sedang dan 51 lainnya dalam kondisi buruk,” kata Kepada Biro Humas Kemnaker Soes Hindharno kepada wartawan di Makassar, Rabu (10/4).

Puluhan wartawan dari Jakarta selama dua hari melakukan press tour ke Makassar dengan tema “Sinergi Pers dan Pemerintah dalam Pembangunan SDM Indonesia” untuk melihat kondisi ketenagakerjan di sana, khususnya BLK Makassar.

Dalam dialog interaktif bersama Plt. Kepala BLK Makassar As’adyah dan Kepala Dinas Nakertrans Sulawesi Utara Agustinus Apang, Kabiro Humas selanjutnya mengatakan, dalam upaya meningkatkan mutu 5 BLK yang dikelola Kemnaker telah dirombak melalui 3R (Reorientasi, Revitalisasi dan Rebranding).

Ke-5 BLK itu kini berubah menjadi BBPLK (Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja). Yakni BBPLK Bandung dengan kurikulum unggulan manufaktrur dan otomotif, BBPLK Serang untuk bidang las dan listrik, BBPLK Bekasi dengan unggulan elektronika dan teknologi informasi, BBPLK Semarang dengan kurikulum unggulan teknologi fesyen dan administrasi bisnis & manajemen,  serta BBPLK  Medan dengan unggulan bidang bangunan dan pariwisata.

Selain itu, Soes melanjutkan, pemerintah juga membangun BLK Komunitas dengan tujuan untuk mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat. Pada tahun 2017 dibangun 50 BLK Komunitas untuk melatih 5.000 orang. Tahun 2018 dibangun lagi 75 BLK Komunitas dengan melatih 7.500 orang.

“Tahun 2019 ini pemerintah telah menganggarkan Rp 1 triliun untuk membangun 1.000 BLK Komunitas berbasis pesantren dengan target pelatihan 32.000 orang. Namun BLK ini juga untuk kalangan masyarakat lain yang membutuhkan,” tegasnya.

Pembangunan BLK Komunitas dengan biaya Rp 1 miliar per unit, meliputi pembangunan satu unit workshop, program pelatihan insutruktur dan pengelola BLK, program peralatan dan pelatihan, serta untuk operasional kelembagaan.

Menurut Soes, ada 10 kejuruan di BLK Komunitas. Meliputi teknik otomotif, las, pengolahan hasil pertanian, pengolahan hasil perikanan, wood working, teknologi informasi dan komunikasi, menjahit, refrigeration dan teknik listrik, industri kreatif dan kejuruan bahasa.

SDM Berkualitas

Prioritas pembangunan SDM dengan melakukan pelatihan vokasi secara massif juga ditekankan Sekjen Kemnaker Khairul Anwar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Karo Humas Kemnaker Soes Hindharno pada acara press tour tersebut.

Menurut Sekjen, konsistensi dan keseriusan Kemnaker dalam menggenjot pelatihan terus dilakukan melalui beberapa terobosan. Yakni massifikasi pelatihan di BLK, pemagangan terstruktur, dan sertifikasi uji kompetensi.

Massifikasi pelatihan lainnya di BLK sebagai upaya peningkatan daya saing manusia Indonesia, yakni memberikan triple skilling (skilling, up-skilling dan re-skilling). Skilling untuk angkatan kerja yang ingin mendapatkan skill. Up-skilling untuk pekerja yang ingin meningkatkan skill, re-skilling untuk pekerja yang ingin mendapat ketrampilan baru.

Triple skilling tersebut untuk memastikan agar daya saing tenaga kerja lebih handal dan sesuai dengan perubahan di pasar kerja,” katanya.

Sekjen mengingatkan, memasuki industri 4.0 dan teknologi digital, persaingan bisnis dan pembangunan yang semula banyak bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam, bergeser pada persaingan pada penguasaan teknologi informasi dan kompetensi angkatan kerja yang membutuhkan SDM berkualitas.

“Saya yakin SDM Indonesia tidak kalah bila dibandingkan dengan negara lain. Maka itu kita harus bersemangat meningkatkan potensi diri,” tegasnya.

Sebelum dialog interaktif, rombongan wartawan Kemnaker mengunjungi BLK Makassar yang memberikan ketrampilan 12 kejuruan. Didampingi Plt. Kepala BLK Makassar As’adiya, 40 lebih awak media melakukan peninjauan ke workshop kejuruan otomotif, las, manufaktur perkakas, manufaktur CNS, listrik dan konstruksi. (Purwanto).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *