Atasi Problem Solver, BPPI-5 Perusahaan Teken MoU

BANDUNG – MARITIM : Pemanfaatan perkembangan teknologi terkini bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Melainkan itu sebagai momentum bertransformasi sebesar-besarnya bagi kemajuan industri nasional dan kemakmuran bangsa. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara, pada acara Bandung Riset Expo (Bandrex) 2019, yang dilangsungkan di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), di Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/8).

Di sisi lain, lanjutnya, peningkatan peran litbang BPPI sebagai problem solver juga diwujudkan dengan penguatan kerja sama teknis, tidak hanya dengan pelaku usaha, namun juga dengan pemerintah daerah.

Sebagai implementasinya, pada rangkaian acara Bandrex 2019, 5 balai besar BPPI di Bandung menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama teknis dengan 4 perusahaan industri dan 1 pemerintah daerah.

Yaitu pertama, kerja sama Suzuki Indomobil Motor Suplier Club dengan Balai Besar Barang dan Bahan Teknik (B4T), Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK), Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM), dan Balai Besar Tekstil (BBT). Dalam kerja sama penelitian dan pengembangan serta hak kekayaan intelektual bidang komponen otomotif.

Kemudian kedua, PT Quatra Inti Karya dengan BBLM dalam penelitian dan pengembangan Pengolahan Garam, CV Geochem Bioindustri Mandiri dengan BBLM terkait Penelitian dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). PT Trigunapratama Abadi dengan BBPK terkait Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia serta Pengelolaan Lingkungan dan kerja sama antara pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat dengan BBLM terkait Implementasi Mesin Uji Regulator Multifungsi.

Pada kesempatan sama, juga diserahkan SPPT SNI Pelumas kepada PT Pertamina Lubricants. Penyerahan sertifikat tersebut merupakan bentuk pelaksanaan Permenperin No 25 tahun 2018 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pelumas secara wajib. Melalui pemberlakuan wajib SNI Pelumas diharapkan pelumas yang beredar dapat memenuhi standar mutu yang ditetapkan sekaligus merupakan bentuk perlindungan kepada konsumen. (Muhammad Raya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *