Peran Litbangyasa Perlu Didukung Porsi Anggaran Proporsional 2% Total Anggaran Nasional

Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara didampingi Kepala B4T Kemenperin Budi Susanto menyerahkan SPPT SNI Pelumas kepada Head of Technical Specialist PT Pertamina Lubricants Rudi Rahmanda pada rangkaian acara Bandung Riset Expo (Bandrex) 2019

BANDUNG – MARITIM : Peningkatkan peran penelitian, pengembangan dan perekayasaan (litbangyasa) perlu didukung oleh porsi anggaran yang proporsional minimal 2% dari total anggaran nasional.

“Karena itu, Kemenperin terus meningkatkan peran inovasi, agar industri nasional dapat maju dan berdaya saing global. Sebab dalam Making Indonesia 4.0, yang merupakan peta jalan implementasi Industri 4.0, disebutkan bahwa inovasi memainkan peranan yang sangat penting,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara, pada kesempatan acara Bandung Riset Expo (Bandrex) 2019, yang dipusatkan di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), di Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/8).

Guna memacu produktivitas dan inovasi di sektor industri tersebut, pemerintah berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam berinvestasi di Indonesia. Komitmen itu salah satunya terwujud melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) No 45 tahun 2019 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan.

Melalui regulasi tersebut, tambah Ngakan,  pemerintah memberikan keringanan kewajiban Pajak Penghasilan melalui tiga skema. Yaitu pertama, kepada wajib pajak badan dalam negeri yang menyelenggarakan kegiatan praktik kerja, pemagangan, atau pembelajaran dalam rangka pembinaan dan pengembangan SDM diberikan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 200% dari jumlah biaya yang dikeluarkan.

Skema kedua, kepada wajib pajak badan dalam negeri yang melakukan kegiatan litbang tertentu di Indonesia, dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 300% dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan litbang tertentu di Indonesia, yang dibebankan dalam jangka waktu tertentu.

Skema ketiga, kepada industri yang melakukan penanaman modal baru atau perluasan usaha pada bidang usaha yang berbasis padat karya dapat diberikan fasilitas pajak penghasilan berupa pengurangan penghasilan neto sebesar 60% dari jumlah penanaman modal berupa aktiva tetap berwujud termasuk tanah yang digunakan untuk kegiatan usaha utama, yang dibebankan dalam jangka waktu tertentu.

“Dengan adanya berbagai kemudahan itu diharapkan peran swasta dalam pembangunan industri nasional semakin meningkat,” jelas Ngakan.

Selain itu, untuk meningkatkan investasi dan penguasaan teknologi demi mendukung transformasi menuju Industri 4.0 dan menunjukkan kemampuan Indonesia di mata dunia dalam bertransformasi menuju industri 4.0, pada 2020 Indonesia menerima kepercayaan menjadi Official Partner Country pada Hannover Messe.

Hannover Messe merupakan pameran internasional tahunan terbesar di sektor teknologi industri yang berfokus pada isu terkait dengan industrial automation and IT (Industry 4.0), energy and environmental technologies, energy efficiency, research and technology transfer, robotics, cobots atau co-robots dan isu terkini lainnya.

Hannover Messe memiliki eksposur internasional yang besar melalui kehadiran lebih dari 6.500 peserta yang mewakili 73 negara, 225.000 pengunjung internasional dari 91 negara. (Muhammad Raya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *