2020, BDI Jakarta Mulai Gelar Diklat 3 in 1 Program Welding

Kapusdiklat Industri Kemenperin Jonni Afrizon saat memberikan hadiah. Tampak mendampungi Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Ketrampilan Bekerja Kemenko PMK Raden Wijaya Kusumawardhana dan Kepala BDI Jakarta Hendro Kuswanto

JAKARTA – MARITIM : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Pusat Pendidikat dan Pelatihan (Pusdiklat) Industri tahun depan akan mulai menggelar Diklat 3 in 1 berbasis kompetensi untuk program welding.

Sementara pada 2020 pihaknya juga berencana mengusulkan kepada pemerintah untuk menambah jumlah peserta Diklat 3 in 1 sebanyak 100.000 orang. Usulan peningkatan jumlah peserta ini dikarenakan tingginya permintaan dari industri akan tenaga kerja industri lulusan Diklat BDI.

“Ke depan, BDI Jakarta akan mengembangkan spesialisasi ke arah welding, setelah sebelumnya dikembangkan spesialisasi garmen dan otomotif,” kata Kepala Pusdiklat Industri, Jonni Afrizon, usai menutup Diklat 3 in 1 Operator Mesin Industri Garmen Berbasis Kompetensi angkatan 22, 23 dan 24 tahun 2019 kepada wartawan, yang diselenggarakan oleh BDI Jakarta, di kantor BDI Jakarta, akhir pekan lalu.

Hadir pada kesempatan tersebut Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Ketrampilan Bekerja Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Raden Wijaya Kusumawardhana, Sekretaris BPSDMI Kemenperin Yulia Astuti, Kepala BDI Jakarta Hendro Kuswanto, Ketua Komite Diklat API Budiman Wiryaatmaja. HRD Manager Perusahaan Industri Tekstil dan Produk Tekstil, para instruktur dan para pengajar.

Pasalnya, menurutnya, welding sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Yang mana sebagai negara kepulauan dihubungkan oleh laut. Di mana laut butuh hadirnya kapal sebagai sarana konektivitas antar pulau.

“Bukan dipisahkan oleh laut, tapi dihubungkan oleh laut, sedangkan laut butuh kapal. Untuk membangun kapal dibutuhkan tenaga welding. Yang mana kebutuhan tenaga pengelasan kapal kita masih kurang,” urai Jonni.

Sementara di tempat sama, Kepala BDI Jakarta Hendro Kuswanto mengaku, saat ini pihaknya sedang mengkaji dan merancang rencana penyelenggaraan Diklat 3 in 1 bagi program welding tersebut di tempatnya. Termasuk mengadakan pembicaraan dengan berbagai pihak, seperti Komatsu dan lembaga pengelasan, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kemenperin serta bersama Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo).

“Kami rencanakan tahun depan Diklat 3 in 1 untuk welding ini sudah bisa kita mulai. Mengingat kebutuhannya masih sangat kurang di sektor industri perkapalan nasional,” ujarnya.

Tambah jumlah peserta

Jonni menambahkan, usulan penambahan jumlah peserta tersebut, adalah karena permintaan industri. Di mana masih diperlukan tambahan tenaga kerja industri yang kompeten.

Pada 2019 ini, program Diklat 3 in 1 berbasis kompetensi oleh 7 BDI di seluruh Indonesia ditargetkan sebanyak 72.000 peserta. Sedangkan khusus untuk BDI Jakarta targetnya 10.300 peserta.

Para peserta Diklat 3 in 1 yang lulus langsung diterima bekerja di industri yang menjalin kerja sama dengan BDI. Sehingga dengan begitu, jumlah pengangguran bisa dikurangi, mengingat saat ini jumlah pencari kerja dari tahun ke tahun semakin meningkat.

“Dari jumlah lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi diperkirakan lebih dari 5,5 juta orang. Tapi kesempatan kerja yang tersedia hanya untuk 1,9 juta orang,” ungkapnya.

Disampaikan, para peserta Diklat 3 in 1 patut berbangga dan bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Pasalnya, selain dibekali ilmu pengetahuan dan dilatih ketrampilan sebagai operator mesin industri garmen dan dibina karakternya, juga diterima bekerja di industri.

“Status ini bisa dibanggakan oleh keluarga. Karena tidak semua orang memperoleh kesempatan seperti ini,” ujar Jonni.

Di tempat sama, Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Ketrampilan Bekerja Kemenko PMK Raden Wijaya Kusumawardhana memberikan apresiasi langkah BPSDMI Kemenperin dalam menerapkan program Diklat 3 in 1 berbasis kompetensi.

“Program ini mampu mencetak atau menghasilkan tenaga kerja industri yang kompeten sesuai kebutuhan industri. Karenanya, kami mendorong upaya Kemenperin untuk terus meningkatkan kegiatan diklat ini,” ucapnya.

Sementara Kepala BDI Jakarta, Hendro Kuswanto, menjelaskan ketiga angkatan diklat ini diikuti 295 peserta dari berbagai daerah. Dari jumlah itu yang lulus sertifikasi dan ditempatkan kerja sebanyak 284 orang. Sedang 11 peserta yang tidak lulus akan diresertifikasi dan tetap ditempatkan kerja dengan peran berbeda.

“Tahun depan, kami menargetkan jumlah peserta diklat bertambah jadi 15.000 orang, terdiri dari pelatihan tekstil, garmen, komponen otomotif dan welding,” tutup Hendro. (Muhammad Raya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *