Pembinaan Karakter Perlu Guna Dorong Daya Saing Industri

Sekretaris BPSDMI Kemenperin Yulia Astuti tengah menyerahkan hadiah untuk peserta Diklat 3 in 1 Operator Mesin Industri Garmen Berbasis Kompetensi angkatan 22, 23, 24 tahun 2019 di BDI Jakarta

JAKARTA – MARITIM: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menilai, pembinaan karakter dalam industri menjadi nomor satu untuk mendorong daya saing. Sedangkan soal intelektualitas, kepintaran dan kecerdasan adalah jadi nomor dua.

Hal itu dikatakan Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Ketrampilan Bekerja Kemenko PMK, Raden Wijaya Kusumawardhana pada kesempatan memberikan sambutan pada acara penutupan Diklat 3 in 1 Operator Mesin Industri Garmen Berbasis Kompetensi angkatan 22, 23 san 24 tahun 2019, di Kantor Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, sekolah itu tidak mencetak anak pintar, tapi mencetak anak yang punya karakter. Kenapa ? Karena di masa depan itu yang dipentingkan adalah anak didik yang mempunyai karakter, bukan siswa didik yang karena kepintarannya.

“Kalau sekadar pintar itu bisa dicari, tapi karakter adalah membekas di dalam dirinya, kemudian akan mempengaruhi suasana kerja. Di mana contoh berkarakter itu punya integritas, jujur, disiplin dan gotong royong,” ucap Raden.

Di tempat sama, Sekretaris BPSDMI Kemenperin, Yulia Astuti, menilai pembinaan karakter bagi tenaga kerja industri perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri. Sehingga para tenaga kerja industri tersebut mempunyai sikap tanggung jawab, disiplin, jujur dan integritas tinggi dalam bekerja.

“Pembinaan karakter bagi tenaga kerja industri saat ini perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri,” kata Sekretaris BPSDMI Kemenperin, Yulia Astuti, saat ditanya wartawan usai penutupan Diklat 3 in 1 Operator Mesin Industri Garmen Berbasis Kompetensi angkatan 22, 23 dan 24 tahun 2019, yang diselenggarakan Balai Diklat Industr (BDI) Jakarta.

Menurutnya, BPSDMI melalui 7 unit kerja BDI yang tersebar di beberapa daerah Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan diklat tidak hanya membekali ilmu pengetahuan dan ketrampilan saja, tapi juga ditambah kegiatan pembinaan karakter.

“Pembinaan karakter ini penting dilakukan karena itu atas permintaan dari pihak industri yang telah melakukan kerja sama dengan kami. Sehingga kami perlu memasukkan pembinaan karakter pada setiap penyelenggaraan Diklat 3 in 1 berbasis kompetensi ke depannya,” ujarnya.

Maka dari itu, peserta diklat nantinya tidak hanya menguasai ketrampilan atau keahlian sesuai kompetensi yang diajarkan para instruktur saja, tapi juga mereka dibekali dengan pembinaan karakter sebelum ditempatkan bekerja di industri.

“Yang penting itu pembinaan karakter sebagai syarat utama. Soal ketrampilan dan keahlian adalah syarat keduanya,” tambahnya.

Dengan pembinaan karakter, peserta diklat diharapkan bisa mengenal dan paham serta dapat beradaptasi di lingkungan kerja sesunguhnya. Sehingga bisa kerja dengan baik dan bertanggung jawab.

Kepala BDI Jakarta, Hendro Kuswanto, menambahkan untuk pembinaan karakter pihaknya menjalin kerja sama dengan pihak aparat keamanan, seperti TNI AD. (Muhammad Raya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *