Prosedur Penerbangan Berbasis Satelit di Bandara Ngurah Rai

BADUNG BALI – MARITIM : Guna mengurangi tingkat kepadatan pergerakan pesawatnya, ini sebagai bagian solusi alternatif jalur penerbangan dari dan ke Bali, maka Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubud Kemenhub) bersama Airnav Indonesia bermaksud akan segera menerapkan prosedut penerbangan berbasis satelit di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, di Kabupaten Badung,  sebagai bagian solusi alternatif jalur penerbangan dari dan ke Bali.

Polana B Pramesti, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, ungkapkan sejauh ini Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi bandara tersibuk dan masuk dalam kategori level III berdasarkan data yang diperoleh dari Internasional Air Transport Association (IATA) atau Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional. Ungkapnya, beberapa hari lalu: “Kami sedang mencoba alternatif untuk mengatur kepadatan pesawat dari dan ke Bali. Alternatif yang akan segera kami tempuh, tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan pelayanan operasional penerbangan. Sebab hal itu merupakan prioritas utama pada penerbangan di Indonesia maupun di tingkat global”.

Terkait hal itu, Elfi Amir Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali mengatakan, saat ini pesawat dari Jakarta menuju Bali melalui jalur penerbangan yang berada di utara saja dan menggunakan prosedur penerbangan konvensional. Untuk kedepan, akan dilakukan uji coba pemberlakuan jalur alternatif dengan sekaligus memanfaatkan jalur utara dan selatan pulau Jawa, menggunakan prosedur penerbangan berbasis satelit.

“Saat ini kami sedang membuat prosedur pada jalur penerbangan yang berada di utara Pulau Jawa sedang yang untuk jalur di selatan Pulau Jawa sudah dipublikasi pada 17 Agustus 2017. Bila sudah diterapkan seluruhnya, diharap pendaratan dan keberangkatan pesawat udara di Bandar Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dapat berjalan lebih lancar” urai Elfi.

Lebih jauh Elfi menambahkan, telah dilakukan rapat terkait validasi revisi SID dan STAR Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai antara Direktorat Navigasi penerbangan, Airnav Kantor Pusat dan Airnav Cabang Denpasar, dan juga perwakilan dari para maskapai , untuk membahas prosedur pada jalur penerbangan menggunakan penerbangan berbasis satelit  yang akan menghubungkan empat kota besar di Indonesia, yang meliputi Jakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar.

Elfi juga menyebutkan bahwa rencananya akan dipublikasi pada 5 Desember 2019 dan akan efektif digunakan 30 Januari 2020. Jelasnya: “Tanggal ini dipilih agar pada awal effective date tak berlangsung pada peak season dan mengakomodir waktu untuk persiapan seperti training personil, flight simulation, memasukan data ke FMS pesawat terbang dan pilot familiarization”.

Memungkasi penjelasan, Elfi menggambarkan berdasarkan Notice Airport Capacity (NAC) di Bandar Udara Internasional Bali sudah ada sebanyak 30 pergerakan pesawat udara per jam. Direncanakan pada winter season yang dimulai pada Oktober 2019 sampai Maret 2020 akan ditingkatkan menjadi 32 pergerakan.  (ADIT/Dps/Maritim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *