ALFI Dorong BC Perbaiki Tata Kelola “Hand Carry”

Ketua Umum DPP ALFI, Yukki N. Hanafi

JAKARTA, MARITIM: Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mendorong aparat Bea Cukai untuk melakukan langkah perbaikan sistem dan tata kelola  dalam menangani masalah “Hand Carry” (barang impor bermodus jadi barang bawaan) dari luar negeri ke wilayan pabean Indonesia. Pasalnya, masalah ini berpotensi memperbesar  kerugian negara dan menurunkan daya saing produk nasional.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi menanggapi pernyataan Dirjen Bea & Cukai Heru Pambudi pada peringatan Hari Bea & Cukai ke-73  di Jakarta yang salah satunya menyinggung soal “Hand Carry”.

“DPP ALFI mengucapkan Selamat atas peringatan  hari jadi Bea dan Cukai yang ke 73 tahun, dalam kesempatan menanggapi pernyataan Dirjen Bea Cukai terkait modus hand  carry merugikan negara denga praktek splitting. DPP ALFI  memberikan apresiasi sekaligus dukungan kepada Direktur Jenderal Bea Cukai  untuk menyikapi perbaikan Tata kelola kebijakan Hand Carry terutama menghilangkan modus splitting tersebut,” ungkap Yukki.

Ditandaskan Yukki, praktek splitting, under invoice dan penyalahgunaan lainnya dalam modus hand carry banyak terjadi sejalan berkembangnya transaksi on line (e-commerce). Jika tidak segera dilakukan perbaikan dan kebijakan yang tepat,  maka kondisi ini akan semakin memperbesar kerugian negara serta berpotensi besar  menurunkan daya saing produk Nasional.

“DPP ALFI menyoroti modus hand carry untuk barang produk jadi yang langsung dikonsumsi pasar akan lebih berdampak besar kerugiannya bagi negara yaitu selain kehilangan pemasukan dari Bea masuk dan pajak dalam rangka impor serta melemahkan bahkan mematikan produk / produsen  dalam negeri,  Juga menjadikan satu di antara beberapa faktor yang menyebabkan defisit neraca perdagangan,”pungkas Yukki.

Hari ini, Rabu 2 Oktober 2019, Ditjen Bea Cukai menggelar upacara peringatan hari jadi Bea Cukai ke-73. Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati memimpin apel luar biasa peringatan ke-73 yang dipusatkan di lapangan kantor Ditjen Bea Cukai.  Peringatan kali ini mengusung tema “Menuju Insan yang cakap, sehat, dan berintegritas untuk Bea Cukai yang makin baik”. Dalam amanatnya Sri Mulyani mengungkapkan bahwa seluruh jajaran Bea Cukai harus terus fokus pada perbaikan di bidang organisasi, perbaikan kualitas teknologi informasi basis data, dan sumber daya manusia. (A.Habib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *