Diseminasi Hasil Litbang BBTPPI Kemenperin Punya 2 Dampak Positif

Kepala Pusat Industri Hijau BPPI Kemenperin Teddy C Sianturi saat memukul gong menandai dibukanya ‘Diseminasi Hasil Litbang BBTPPI’. Tampak mendampingi Kepala BBTPPI Ali Murtopo Simbolon

JAKARTA – MARITIM : Diseminasi hasil litbang yang dilakukan Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) setidaknya memiliki 2 dampak positif. Yaitu, dapat jadi ajang BBTPPI untuk lebih dekat dengan pelanggan, di sisi lain memberikan nilai lebih kepada pelanggan berupa knowledge sharing tentang hasil-hasil litbang unggulan.

“Kegiatan BBTPPI ini merupakan langkah awal satker mendukung program nasional, yang mana Kementerian Perindustrian dalam Sustainable Development Goals (SDGs) memiliki komitmen menetapkan industri hijau jadi bagian dari tujuan pembangunan industri nasional yang tercantum pada UU No 3 tahun 2014 tentang Perindustrian,” kata Kepala Pusat Industri Hijau, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Teddy C Sianturi, ketika memberikan sambutan saat membuka ‘Diseminasi Hasil Litbang BBTPPI’, di Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

Kegiatan ini mengambil tema ‘Inovasi Litbang BBTPPI yang Unggul untuk Mendukung Industri Berwawasan Lingkungan’.

Menurutnya, industri hijau adalah icon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan. Yaitu, industri hijau yang dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

“Saya berharap program-program Kemenperin dapat terus disinergikan dengan satker di bawahnya melalui berbagai program turunannya. Knowledge sharing pada acara ini semoga semakin membuka wawasan kita tentang teknologi dan peluang bagaimana membangun industri dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan,” ujar Teddy.

Di sisi lain, kegiatan ini merupakan sarana publikasi hasil litbang terkait inovasi teknologi yang mampu mendukung eksistensi industri hijau secara nasional. Bahkan, dapat dibentuk forum komunikasi bagi peneliti/perekayasa/praktisi nasional untuk berbagi dan bertukar informasi terkait penerapan teknologi industri 4.0. Yang lebih efisien dan efektif serta ramah lingkungan untuk implementasi di industri nasional.

Lebih jauh Teddy menyatakan, kegiatan ini dapat mengoptimalkan tenaga peneliti dan perekayasa untuk membuat produk penelitian yang tangible. Bukan hanya menyusun jurnal atau revisi jurnal bagi kenaikan angka kredit. Melainkan membuat prototipe/penemuan/invensi yang bermanfaat bagi pengembangan industri nasional dan dapat dipatenkan.

“Paten yang dihasilkan serta dimanfaatkan oleh industri melalui kerja sama penggunaan lisensi antar industri dan balai yang kemudian dihitung  sebagai outcames balai. Bukan hanya sebagai output. Yang pada akhirnya, hasil paten itu dapat memberikan benefit bagi lembaga dan para peneliti atau perekayasa,” urai Teddy.

Dalam pemanfaatan teknologi industri 4.0, proses atau perencanaan litbang agar membiasakan kerja sama dan networking sesama SDM yang mengembangkan R&D antar unit atau lembaga di dalam negeri maupun luar negeri.

4 tujuan

Kepala BBTPPI, Ali Murtopo Simbolon, menambahkan tujuan diadakannya ‘Diseminasi Hasil Litbang BBTPPI’ ini memiliki 4 tujuan. Pertama, sebagai sarana publikasi jasa layanan dalam penanganan pencemaran menuju industri hijau ramah lingkungan. Kedua, menyediakan sebuah forum komunikasi bagi pelanggan BBTPPI dari kalangan industri, kalangan pendidikan, BUMN, pemerintah maupun masyarakat umum untuk berbagi dan bertukar informasi yang berkaitan dengan penanganan pencemaran lingkungan di industri.

Ketiga, meningkatkan kolaborasi/kerja sama di masa depan antara BBTPPI dengan pelanggan. Keempat, terwujudnya kesepahaman penyedia jasa layanan dengan pelanggan terhadap penanganan pencemaran menuju industri hijau yang ramah lingkungan.

Tema ini diangkat karena sejalan dengan visi dan misi Kemenperin, yaitu membangun industri nasional yang mandiri, berdaya saing, maju dan berorientasi industri ramah lingkungan.

Diikuti 120 peserta sekaligus launching buku ’55 Tahun BBTPPI Turut Membangun Industri’. (Muhammad Raya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *