Akses Pelabuhan Panjang – Tol Sumatera, Bakal Dongkrak Logistik Lampung

LAMPUNG, MARITIM:  Para pelaku bisnis sektor logistik yang tergabung dalam wadah Asosiasi Logistik dan Forwarder (ALFI/ILFA) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Lampung mengadakan Konferensi Nasional Logistik, sekaligus sebagai ajang “hajatan” 5 tahunan berupa Musyawarah Wilayah ke-6 organisasi itu. Acara digelar Kamis (6/2) di Hotel Novotel, Bandar Lampung dan dibuka Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas dan Sistem Logistik Kemenko Maritim Rusli Rahim.

Mengangkat tema “Optimalisasi Konektivitas Logistik Melalui Sinergi dan Kemudahan Investasi Provinsi Lampung Guna Meningkatkan Daya Saing Produk Unggulan”, hadir sejumlah pembicara, antara lain Rusli Rahim, Asisten Deputi Konektivitas Infrastruktur di Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Wihana Kirana Jaya, Staf Khusus Menteri Perhubungan bidang Investasi Ekonomi dan Transportasi General Manajer Pelabuhan Panjang Drajat Sulistyo, perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung Arinal Djunaidi, dan Welly Soegiono dari perusahaan swasta PT.GGP, produsen buah dan minuman terkemuka di provinsi tersebut.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah optimalisasi layanan di Pelabuhan Panjang  seiring dengan telah beroperasinya jalan tol Sumatera. Jarak antara akses tol Sumatera dengan Pelabuhan Panjang sekitar 6 KM. Dibangunnya akses tol Sumtera yang menghubungkan ke Pelabuhan Panjang disebut-sebut sebagai langkah sangat  strategis untuk peningkatkan performance logistik di Lampung.

Asisten Ekonomi Pembangunan Taufik Hidayat mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, pemerintah Provinsi Lampung mendukung akses transportasi untuk kemudahan perekonomian.

Dukungan itu berupa pembangunan infrastruktur di berbagai bidang, mulai dari pembangunan jalur kereta api, terminal, bandara hingga pelabuhan.

“Kita juga akan bangun jalan tol sepanjang 5-7 KM untuk ke Pelabuhan Panjang dan terkoneksi dengan kereta api dari Sumatera Selatan,” katanya.

Ketua Umum ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi menyoroti beberapa kendala logistik nasional dan tantangan dalam bisnis logistik Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Mereka mencatat tingginya biaya logistik Indonesia, termasuk di Pulau Sumatera, karena beberapa masalah infrastruktur yang kurang baik dan konektivitas yang buruk

Menurut Yukki,  Lampung mempunyai prospek logistik dan pariwisata yang besar. Ia mencatat pertumbuhan Ekonomi Lampung 2019 sebesar 5.27% di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang rata-rata 5,02%. Infrastruktur menjadi salah satu cara menguatkan perekonomian di Lampung.  “Saya kok optimis, kalau semua kendala logistik diperbaiki bersama-sama semua pihak, maka Lampung masih bakal diminati Investor,” ungkap Yukki.

Sementara itu, Drajat Sulistyo mengatakan bahwa IPC Panjang terus melakukan modernisasi dan digitalisasi disemua lini pelayanan yang tak lain untuk memberikan pelayanan yang memenuhi ekspektasi pengguna jasa.

BUMN itu, lanjutnya, terus  mendorong semua pelayanan yang ada di IPC Panjang berbasis informasi Tahun ini,Pelabuhan Panjang sudah menjadi pelabuhan yang memiliki pelayanan berkelas dunia. Ini merupakan prospek cerah bagi Provinsi Lampung dan sekitarnya untuk memasarkan produk– produknya ke manca Negara. Sekali lagi saya sampaikan bahwa IPC Panjang terus mendorong semua pelayanan berbasis IT. (HBB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *