KAI Ganti Rel Pemberhentian KA Stasiun Semut

 

SURABAYA – MARITIM : PT Kereta Api Indonesia (Persero)/kai terus menata Stasiun Surabaya Kota yang biasa disebut sebagai Stasiun Semut. Namun revitalisasi stasiun tersebut hingga kini masih belum rampung. Pasalnya selain memperbaiki bangunan cagar budaya (BCB) dan membangun infrastruktur, KAI berencana mengganti rel-rel tua di jalur pemberhentian kereta. Dari lokasi stasiun tersebut tampak sejumlah pekerja tengah beraktivitas di sekitar stasiun. Mereka merampungkan pembangunan tempat parkir. Juga ada pekerja yang tengah menyelesaikan pembangunan toilet dekat pintu masuk. Kepala Stasiun Surabaya Kota Mardiono menyebut belum tahu kapan BCB yang diperbaiki tersebut selesai. Katanya: “Kami masih mendesain loket tiket. Harapannya selesai secepatnya”.

Ditegaskan bahwa bukan hal mudah membangun tempat penjualan tiket. Pihaknya harus berkonsultasi dengan banyak pihak. Imbuhnya: “Bangunan cagar budaya tidak bisa diutak-atik. Jadi, desainnya harus benar-benar matang agar tidak merusak bangunan bersejarah.

Instansi kami juga masih memiliki tanggungan pekerjaan lain. Salah satunya, pembaruan rel di jalur pemberhentian kereta. Saat ini rel sudah tak mumpuni. Tidak saja berkarat, sebagian ukurannya juga dinilai tak standar. Nanti relnya diperbarui. Mungkin juga ditambah”.

Ditegaskan bahwa PT KAI sudah merapatkan skenario pengoperasian Stasiun Semut pasca direvitalisasi. Ke depan, pusat pelayanan dipindah dari Indo Plaza dan digabung jadi satu di BCB yang baru direhab. Proses revitalisasi Stasiun Surabaya Kota tak terlepas dari program PT KAI terkait pemusatan layanan KA lokal dan KA komuter.

Stasiun Semut akan jadi pusat pengoperasian seluruh KA lokal dan KA komuter yang singgah di Kota Pahlawan. Dengan adanya kebijakan itu, secara otomatis jumlah kereta yang parkir di Stasiun Semut bakal bertambah. Nanti ada 26 KA lokal dan 20 KA komuter yang rutin singgah di sarana transportasi yang diresmikan pada 1878 tersebut.  (Ayu/Sub/Maritim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *