Kaster Tak Ingin Pembangkit Listrik Di Bali Gunakan Batubara

DENPASAR – MARITIM : I WAYAN Koster, Gubernur Bali, Kamis (12/02/2020) lali menerima audiensi Mr. Florian Kitt, Energy Specialist, Energy Division, Southeqst Asia Departmen, Asian Development Bank (ADB) di rumah dinas Jaya Sabha, Denpasar. Pertemuan ini terkait Bantuan teknis Program Clean & Sustainable Energy yang akan diberikan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Koster menyambut baik bantuan ini karena sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Terlebih saat ini telah dikeluarkan beberapa kebijakan terkait energi diantaranya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih serta Pergub Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Ujar Gubernur: “Kami saat ini sedang menata pembangunan Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Dimana pembangunannya harus ramah lingkungan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal,”.

Berangkat dari visi itu pihaknya ingin mewujudkan alam yang bersih dan harmonis tentu lingkungan harus bersih, udara harus bersih. Untuk itu pihaknya menerapan kebijakan Bali energi bersih dan mandiri energy Dalam konteks mandiri energi, Bali harus membangun pembangkit tenaga listrik sendiri untuk memenuhi kebutuhan energi baik untuk kebutuhan domestik (masyarakat bali) maupun mendukung kebutuhan industri jasa bidang pariwisata.
Diseutkan pula: “Ini sedang kami sinkronkan kebijakannya dengan pemerintah pusat. Kami mohon dukungan Bappenas. Kami minta pembangkit listrik di Bali tak lagi boleh menggunakan batubara, harus ramah lingkungan. Karena kebutuhan energi akan meningkat seiring diberlakukannya kebijakan penggunaan kendaraan listrik”.

Nantinya penggunaan energi oleh masyarakat akan dikendalikan baik untuk sarana transportasi supaya mulai berubah yang semula kendaraan menggunakan bahan bakar minyak, nantinya menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai. Florian Kitt mengatakan siap mendukung implementasi dari kebijakan clean energy yang dimiliki Bali. Untuk itu Ia meminta restu kepada Gubernur Bali untuk membantu Bali dalam melaksanakan program energi efisiensi mengganti lampu penerangan jalan umum (PJU) yang konvensional jadi yang efisien. Katanya: “Energi efisiensi adalah pilihan paling murah mengurangi emisi. Penggunaan teknologi yang efisien juga dapat mengurangi beban APBD, karena pengurangan konsumsi listrik”. ***ADIT/Dps/Maritim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *