Jatim Darurat Bencana Covid-19

Peneliti dari Profesor Nidom Foundation (PNF) melakukan penelitian

SURABAYA – MARITIM : Pemerintah telah mengumumkan terjadi peningkatan kasus pasien dengan positif corona atau Covid-19 dalam kurun waktu sehari sejak kemarin. Peningkatan paling besar terjadi di Jakarta dan Jawa Timur dengan penambahan kasus baru hingga 55 kasus. Jelas Achmad Yurianto Juru Bicara Pemerintah untuk penanggulangan Virus Corona atau Covid-19, dalam konferensi pers, Minggu (22/3/2020): “Kita harap bersama-sama kita bisa menghindari penularan antar orang”.

Berdasar data yang dirilis Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana, bila dibanding dengan Sabtu (21/03/2020), jumlah pasien dengan positif corona di Jakarta naik dari 267 orang menjadi 307 orang atau 14,60 persen. Sedangkan peningkatan lain yang cukup signifikan terjadi di Jawa Timur dari sebelumnya 26 orang menjadi 41 orang pasien dengan positif corona atau naik 71%.

Peningkatan pasien yang positif terinfeksi corona juga terjadi di Jawa Barat sebanyak 4 orang, Jawa Tengah 1 orang, Kalimantan Selatan 1 orang, Maluku 1 orang, dan Papua 2 orang. Dengan pertambahan ini, maka jumlah total pasien yang terinfeksi Corona di tanah air menjadi 514 dari sebelumnya pada angka 450.

Di sisi lain, jumlah kasus meninggal akibat infeksi viruc corona juga mengalami peningkatan cukup signifikan dari sebelumnya 38 orang menjadi 48 orang. Kasus kematian baru terjadi di Jakarta sebanyak 6 orang, Bali 1 orang, Banten sebanyak 1 orang, dan Jawa Barat 2 orang.

Yuri berharap, untuk ke depannya masyarakat lebih peduli dan terlibat aktif dalam melaukan upaya bersama melawan penyebaran virus corona. Masyarakat diminta juga proaktif menjaga stamina dan melakukan tindakan antisipatif dan cepat tanggap. Uungkapnnya: “Manakala muncul gejala tidak panik dan konsultasikan segera ke fasilitas kesehatan yang terdekat, ke dokter, ke puskesmas, ke rumah sakit. Dari sana dokter akan melihat bagaimana tindakan yang harus dilakukan,”

Selain itu, Yuri mengingatkan masyarakat untuk konsisten dan berkomitmen melakukan pembatasan aktivitas di luar rumah, dan terus melakukan social distancing untuk mencegah penularan. Ia katakan, saat ini pemerintah telah melakukan sejumlah langkah antisipatif untuk mencegah munculnya dampak yang lebih luas. Mulai besok, pemerintah juga sudah mulai mengoperasionalkan rumah sakit darurat khusus untuk penangan kasus corona.

 

 

 

 

Gubernur Jatim memberi paparan tentang bencana Covid-19

Prosentase Melonjak 71%

Dalam pada itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menetapkan status keadaan darurat bencana penyakit akibat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di wilayah setempat. Ujarnya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat lalu: “Status keadaan darurat diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat. Status tersebut sesuai Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/108/KPTS/013/2020, serta mengacu Keputusan Kepala BNPB Nomor 13.A/2020.

Di Jatim, berdasarkan data dari Pemprov dan Tim Gugus Tugas Jatim hingga Kamis (19/3) malam, total penderita positif COVID-19 mencapai sembilan pasien. Dari sembilan pasien positif, tujuh orang dirawat di sejumlah rumah sakit di Surabaya, sedangkan dua pasien lainnya dirawat di rumah sakit di Malang, dan satu orang di antaranya meninggal dunia.

Gubernur Khofifah juga mengungkapkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 di wilayah setempat yaitu 91 orang, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 36 orang. Ujarnya: “Jumlah PDP yang paling banyak tersebar di tiga kabupaten/ kota, yaitu Malang Raya sebanyak delapan orang, Surabaya tujuh orang dan Tulungagung empat orang”.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu juga mengimbau masyarakat tetap tenang karena Pemerintah Provinsi telah membentuk gugus tugas yang bekerja secara komprehensif untuk memerangi wabah COVID-19.

Update Gubernur Jatim

Gubernur Jatim memberikan pernyataan pers untuk update data kasus COVID-19 di Jatim. Hingga 21 Maret 2020 pukul 18.30 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 793 orang, 79 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 26 positif COVID-19 (coronavirus). Jelasnya: “Jadi, total ada 26 positif di Jatim, di antaranya 20 yang positif berasal dari Surabaya. Total Jatim bertambah 11 orang yang positif dari sebelumnya kemarin 15 orang. Untuk PDP di Kota Surabaya ada 13 orang dan 110 orang ODP. “Untuk yang positif 26 orang di Jatim itu terdiri dari 20 dari Surabaya, 2 dari Malang, 3 dari Magetan dan 1 dari Sidoarjo,” jelasnya.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menegaskan, agar meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan COVID-19. Pungkasnya: “Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu. Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik. Tempat wisata, hiburan malam, night club, diskotek segera ditutup”. (Erick Arhadita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *