Bisnis Budidaya Ikan Hias Tambah Kocek di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

JAKARTA-MARITIM : Komoditas ikan hias jadi salah satu andalan dalam menopang ekonomi masyarakat. Tercatat beberapa tahun terakhir produksi ikan hias nasional terus naik dari 1,19 miliar ekor pada 2017 menjadi 1,22 miliar ekor di 2018 hingga tumbuh menjadi 1,28 miliar ekor pada 2019 dengan nilai mencapai Rp19,81 miliar.

Dirjen Perikanan Budidaya (PB), Slamet Soebjakto, menyatakan KKP terus mendorong sektor usaha produktif ini. Karena telah terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya.

Read More

“Pandemi Covid-19 telah banyak menekan kegiatan usaha, tapi juga membuka peluang baru, yakni budidaya ikan hias salah satunya. Karena cukup menjanjikan keuntungan besar bagi masyarakat apabila ditekuni,” kata Slamet.

Menurutnya, kemajuan internet dan teknologi digital memudahkan pemasaran produk ini, sehingga banyak masyarakat memilih belanja online. Apalagi, di tengah pandemi, karena lebih mudah dan banyak pilihan.

“Kemajuan teknologi ini dimanfaatkan KKP untuk membuat pelatihan maupun webinar secara online. Meningkatkan pengetahuan pelaku usaha mengenai teknik budidaya hingga model bisnis mulai dari pemula sampai profesional,” ujarnya.

Ke depan pihaknya akan menjadikan komoditas ini sebagai unggulan, karena memiliki berbagai kelebihan, seperti sistem budidaya yang tidak memerlukan lahan luas. Nilai jual lebih tinggi ketimbang ikan konsumsi dan perputaran uang pun lebih cepat. Sehingga pelaku bisa lebih cepat mengembalikan modal.

Tahun lalu, KKP menyalurkan bantuan sarana dan prasarana budidaya ikan hias sebanyak 50 paket ke masyarakat berupa benih, pakan, wadah budidaya, obat-obatan dan sarana budidaya. Seperti instalasi air dan listrik serta peralatan pendukung lainnya. Tahun ini kembali disalurkan 150 paket.

Selain menggenjot dari sisi produksi, hal lain yang perlu didorong pengembangan varian ikan hias, yang punya nilai ekonomis tinggi. Terutama mendongkrak nilai ekspor nasional seperti arwana, koi, cupang, gapi dan manvis.

Disebutkan, pada 2012-2019 nilai ekspor ikan hias naik signifikan dari US$21 juta menjadi US$33 juta. Dikirim ke China, Amerika, Jepang, UK, Singapura, Hongkong, Taiwan, Korea, Australia dan berbagai negara lainnya.

“Selain keuntungan ekonomis, bisnis ikan hias diyakini dapat jadi obat stress bagi penikmatnya, apalagi di masa pandemi Covid-19. Karena turut menjaga imunitas dan semangat masyarakat menghadapi situasi seperti sekarang,” ujar Slamet.

Ikan cupang, guppy dan koi, merupakan beberapa jenis ikan hias yang meroket penjualannya selama masa pandemi. Bahkan memberi keuntungan fantastis. Diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja di masyarakat. (Muhammad Raya)

Related posts