Dorong Daya Saing, Industri Alas Kaki Nasional Dituntut Inovasi dan Siapkan Bahan Baku Berkelanjutan

  • Whatsapp
Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan

JAKARTA-MARITIM : Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, seluruh negara di dunia sedang berusaha untuk bangkit, terutama di bidang ekonomi. Oleh karena itu, industri adalah penyumbang terbesar dari PDB. Khususnya industri alas kaki kulit, barang kulit dan alas kaki, yang menyumbang besar di triwulan II/2021.

“Di sisi lain, laju pertumbuhan industri alas kaki mencapai 3,26% dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional mencapai 0,24%,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan, pada kesempatan webinar Innovation, Materials and Requirements in the Global Footwear Industry, di Jakarta, kemarin.

Read More

Kegiatan webinar internasional ini diselenggarakan oleh Politeknik ATK Yogyakarta bekerjasama Consulting Service International (CSI), dengan menghadirkan para pembicara dari Jerman, Hong Kong, dan Indonesia.

Menurut Arus, untuk ekspor industri kulit dan alas kaki di triwulan II/2021 sebesar US$3,27 miliar dan menyerap sebanyak 730.000 tenaga kerja.

Direktur Politeknik ATK Yogyakarta Sugiyanto

“Indonesia sebagai produsen alas kaki ke 4 setelah China, India, dan Vietnam. Dengan memperhatikan visi, misi, tujuan strategis dan Program Pembangunan SDM Industri, maka BPSDMI Kementerian Perindustrian sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan industri dituntut untuk menghasilkan SDM industri yang berkompeten dan berdaya saing global,” ujar Arus.

Sementara Direktur Politeknik ATK Yogyakarta, Sugiyanto, menambahkan ATK merupakan salah satu satuan kerja di bawah BPSDMI yang menjadi pelopor pendidikan Vokasi di bidang alas kaki, kulit, karet dan plastik.

Dengan acara hari ini, Politeknik ATK menjalankan kerja sama internasional dengan harapan civitas Akademika dapat mendapatkan Inovasi, tren terbaru dan inspirasi di sektor industri alas kaki.

“Industri alas kaki global kini tengah menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang berasal dari perubahan kerangka kerja global, persyaratan baru dan upaya untuk keberlanjutan,” kata Sugiyanto.

Inovasi dan material baru, tambahnya, adalah elemen kunci yang menawarkan peluang untuk pengembangan berkelanjutan dari manufaktur sepatu dan kulit di Indonesia. Acara online mendatang akan menghadirkan tren dan perkembangan terbaru dalam inovasi, material dan persyaratan di dan dari Eropa.

Digagasnya acara ini tak lain karena industri alas kaki global dimana inovasi dan bahan baru adalah elemen kunci yang menawarkan peluang untuk pengembangan berkelanjutan dari manufaktur sepatu dan kulit di Indonesia.

Di acara ini disajikan pula tren dan perkembangan terbaru dalam inovasi, bahan dan persyaratan dalam dan dari Eropa. Dihadiri secara virtual oleh 130 peserta yang berasal dari 8 negara seperti Bangladesh, Perancis, Jerman, Hong Kong, India, Iran, Pakistan, dan Indonesia.

Adapun para pembicara dalam webinar ini adalah Lukas Wibowo-The Readiness of Politeknik ATK Yogyakarta-Vocational Education in Leather and Footwear Technology for Global Participation. Karl Borgschulze, CSI-Short Overview of Latest Innovation, Materials and Requirementn in the Global Footwear Industry.

Manfred Junkert, cads-New Standards and Requirements for Shoe and Leather Production, Candice Wang, PFI Fareast-Recycled Polyester for the Global Footwear Industry dan Julian Schenten & Jonas Rehn, h-da-Latest Research on Sustainable Leather Design.

Egbert Dikkers, Smit & Zoon-Innovative Materials for Sustainable Leather and Tanning dan Uwe Thamm, Josef Seibel-Trends and Developments of a Leading German Shoe Brand : Sustainability & Open Factory. (Muhammad Raya)

Related posts