Inamarine 2022 Kembali Digelar, Ajang Eksistensi dan Pembuktian Pelaku Usaha Industri Perkapalan Nasional

Direktur PT GEM Indonesia Baki Lee

JAKARTA-MARITIM : PT Global Expo Management (GEM) Indonesia kembali akan menyelenggarakan pameran bertajuk “Maritime, Offshore, Coating and Welding Solutions 2022” di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Event yang bakal dilaksanakan pada 19-21 Oktober 2022 tersebut, merupakan pameran perkapalan, offshore, coating dan welding berskala internasional dan terbesar di Indonesia.

Kegiatan ini, adalah sebagai salah satu wujud eksistensi dari industri perkapalan, offshore, coating dan welding, setelah selama 2,5 tahun ini tidak ada pameran yang terbilang cukup berskala besar di Tanah Air.

“Kami mengupayakan pameran yang bakal digelar ini dapat terlaksana seperti sebelum pandemi Covid-19. Namun ada kendala ketidakhadiran beberapa negara peserta yang selama ini selalu mendukung kegiatan pameran, yakni Jepang, Korea Selatan, China dan Taiwan,” kata Direktur PT GEM Indonesia, Baki Lee, saat berbincang-bincang dengan tabloidmaritim.com di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19, keempat negara itu selalu aktif sebagai peserta pameran. Jumlahnya sekitar 30%, namun kini hanya 5%, sehingga ada penurunan yang cukup besar. Tapi semua itu bisa diatasi dari penambahan 20% jumlah peserta dalam negeri dari sebelumnya 60%.

“Kendala peserta luar negeri karena harga tiket pulang yang sangat mahal, sedangkan untuk datang ke Indonesia murah, yakni dari Rp6-8 juta melonjak menjadi Rp100 juta,” ungkapnya.

Pasalnya, mereka ingin menyampaikan eksistensinya kembali setelah 2,5 tahun ini hampir tidak ada kegiatan berarti, walaupun khusus pada industri galangan kapal ada kendala kurangnya order kapal baru dan lebih banyak rapair.

“Kami mengharapkan kondisinya akan membaik kembali 2-3 tahun ke depan, ada optimisme yang tinggi, sehingga peserta dalam negeri antusias mengikuti pameran untuk berpromosi,” ujar Baki, yang menyampaikan peserta lama pameran umumnya kini menambah space booth jadi 2 kali lipat dari sebelumnya. Dengan peserta terbanyak adalah booth perusahaan alat komunikasi naik 10%.

Coating, sambungnya, juga berpartisipasi cukup banyak. Sehingga pameran ini bagi mereka sebagai pasar promosi utama untuk eksistensi dan bukti bahwa mereka masih hadir di pasar dalam negeri.

“Inamarine 2022, adalah sebagai barometer, bahwa mereka masih hidup dan siap memenuhi berbagai macam pesanan bahkan sampai ke after sale,” terangnya.

Baki berharap, pemerintah dalam hal ini Kemenhub dapat menambah anggaran untuk pembuatan kapal-kapal baru. “Kalau galangan kapal mati suri maka industri pendukung lainnya juga akan mati suri. Karena galangan kapal itu ibaratnya lokomotif bagi berbagai macam industri pendukung. Sebab itu dukungan pemerintah sangat penting di sini.”

Selain pameran, Inamarine 2022 juga diisi diskusi yang dimotori oleh Iperindo, untuk mencari solusi terhadap kemajuan industri perkapalan nasional ke depan. Terutama Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Kami mengharapkan tahun 2022 ini adalah sebagai awal dari kebangkitan industri perkapalan nasional. Sekaligus menyampaikan kepada dunia bahwa industri perkapalan nasional akan semakin tumbuh dan berkembang ke depannya,” ucap Baki.

Di samping itu, GEM Indonesia juga mengundang buyer dari Timur Tengah, Afrika dan Asia dalam pameran ini. Tujuannya, agar mereka tidak selalu memenuhi armada kapalnya dari China, tapi Indonesia juga mampu. Sehingga kita juga dapat dijuluki sebagai eksportir kapal.

Rencananya, Inamarine 2022 akan dibuka oleh Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier dan Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha Tjahjagama.

Panitia menargetkan jumlah pengunjung Inamarine 2022 sebanyak 8 ribu orang dari sebelum pandemi mencapai 11 ribu orang.

Sejauh ini, GEM Indonesia telah menggelar 9 kali kegiatan Inamarine, pameran kereta api 4 kali serta pameran energi baru terbarukan sebanyak 5 kali. (Muhammad Raya)

Related posts