Tahun Depan Rp640 Miliar Digelontorkan untuk Sungai Citarum

Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan saat meninjau Sungai Citarum

Jakarta, Maritim

Tahun depan pemerintah akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp640 miliar untuk mempercepat revitalisasi Sungai Citarum. Dengan alokasi sebesar itu diperkirakan persoalan sungai sepanjang 269 km dan terbesar di Jawa Barat tersebut akan teratasi.

“Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sangat serius mempercepat revitalisasi Sungai Citarum. Dalam waktu dekat pemerintah akan menganggarkan dana sebesar Rp640 miliar guna percepatan revitalisasi dan rehabilitasi sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut,” kata Menko Kemaritiman, Luhut B Pandjaitan, lewat sipers yang diterima Kamis (6/12).

Menurutnya, dana Rp640 miliar itu nantinya akan dikelola Dansatgas Gubernur Jawa Barat, karena sudah dibuatkan programnya secara terperinci dan diperkirakan bisa cepat selesai.

“Dana antara bulan Januari-Februari 2019 sudah keluar. Saya kira akan banyak perubahan di bulan April-Mei tahun depan,” ujarnya, saat meninjau wilayah Sektor 8 Sungai Citarum, Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/12).

Dalam kesempatan itu, Menko Luhut juga mengapresiasi kerja para Satgas Citarum, yang sebagian besar terdiri dari para anggota TNI.

Rencananya, pemerintah akan menempatkan alat pembakar sampah yang dioperasikan dengan menggunakan teknologi pembakaran pada suhu tertentu (incinerator), sehingga sampah dapat terbakar habis dalam satu sistem.

“Namun yang terpenting, upaya terus menerus semua pihak selalu mengedukasi masyarakat mengenai bahaya sampah, utamanya sampah plastik. Dahulu di sini kan super kotor, tapi lihat perubahannya, sekarang tinggal rencana menempatkan incinerator dalam satu sistem,” ungkapnya.

Rencana lainnya, ke depan akan dibuat danau seluas 10 hektare, sebagai masukan dari berbagai usulan kepala daerah di Jawa Barat. Termasuk gagasan mengenai peninggian bantaran sungai dan lainnya.

Namun demikian, ujar Luhut, segala perencanaan tersebut tetap dibuatkan analisis dan kajiannya melibatkan akademisi dari jurusan planologi ITB. Sehingga bisa dipertanggungjawabkan.  (M Raya Tuah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *