Kemnaker Komitmen Tingkatkan Kompetensi SDM di Papua

  • Whatsapp
Caswiyono Rusydie

JAKARTA-MARITIM: Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk mendukung peningkatan kompetensi SDM (sumber daya manusia) di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Berbagai program telah disiapkan untuk mewujudkan komitmen tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, berdasarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat di Papua dan Papua Barat, pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk mengimplementasikan instruksi tersebut.

Read More

“Salah satu langkah yang sedang dan akan dilakukan adalah mentransformasikan Balai Latihan Kerja (BLK). Transformasi ini kami terapkan tidak hanya pada BLK UPTP (Unit Pelaksana Teknis Pusat) Kemnaker seperti BLK Sorong, namun juga di BLK UPTD milik pemerintah daerah,” kata Menaker melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, yang diterima Maritim Sabtu (4/9).

Selanjutnya Menaker mengatakan, selain transformasi BLK, pihaknya juga mendorong pembangunan BLK Komunitas di Papua dan Papua Barat. BLK Komunitas dibangun untuk mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat yang jauh dari BLK/LPK (Lembaga Pelatihan Ketrampilan) yang sudah ada.

“Setiap tahun kami memprioritaskan 25 BLK Komunitas dapat terbangun di Papua dan Papua Barat,” tegasnya seraya menambahkan, pihaknya telah menugaskan Tim Kemnaker untuk berkoordinasi dengan stakeholders ketenagakerjaan di Papua dan Papua Barat.

Staf Khusus Menaker Caswiyono Rusydie menambahkan, untuk mendukung pembangunan BLK Komunitas di Papua dan Papua Barat, Kemnaker secara intens berdialog dan berkomunikasi dengan berbagai komunitas di Papua dan Papua Barat.

“Kemnaker akan berkolaborasi dengan komunitas agama dan adat di Papua dan Papua Barat, dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di kawasan Indonesia Timur,” ujarnya.

Selain peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan vokasi, kata Caswiyono, Kemnaker juga akan menyiapkan program pendukung lainnya. Seperti mengembangkan tenaga kerja mandiri, mengembangkan perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan, serta berkolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri untuk penyerapan tenaga kerja. (Purwanto).

 

 

Related posts