Sekjen Kemnaker : Stimulus Pemerintah Berhasil Tekan Pengangguran

  • Whatsapp

JAKARTA-MARITIM: Kondisi pasar kerja di Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini berdampak pada sisi demand dalam pasar tenaga kerja. Hal ini ditunjukkan dari total pekerja terdampak dari sisi demand sebesar 18,45 juta orang, atau 96,6% dari seluruh total penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19.

“Hal ini menunjukkan bahwa PHK pada masa pandemi sesungguhnya tidak terlalu berkontribusi besar terhadap tingkat pengangguran secara umum. Sebab langkah pemerintah dalam berbagai program bantuan atau stimulus cukup berhasil menekan angka pengangguran karena Covid-19,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Read More

Sekjen menilai ledakan PHK kurang tepat digunakan mengingat relatif kecilnya tingkat pengangguran akibat Covid-19, meskipun sektor informal menjadi jaring pengaman penyerapan tenaga kerja.

“Persentase tenaga kerja di sektor informal selama masa pandemi meningkat dari 56,64% pada Februari 2020 menjadi 59,62% pada Februari 2021,” katanya.

Dari sisi regulasi, lanjut Anwar, Kemnaker telah menerbitkan 2 Peraturan Menaker, 2 Keputusan Menaker dan 4 Surat Edaran untuk mengantisipasi PHK sebagai dampak pandemi. Terkait regulasi diatas, dari sisi pengupahan pemerintah telah memberikan panduan dalam pelaksanaan pengupahan bagi perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan usaha agar tetap dapat memenuhi hak-hak pekerja/buruh.

“Dalam menjalankan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2020 dan 2021, besaran pembayaran upah pekerja/buruh disesuaikan berdasarkan kesepakatan pengusaha dan pekerja,” ucapnya.

Anwar Sanusi mengakui, penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berdampak pada tingkat pengangguran. Ini diindikasikan dari data pengangguran sebelumnya karena Covid-19. Selain itu, terjadi perubahan pencarian lapangan kerja yang lebih banyak pada bidang digital selama masa pandemi, namun belum sepenuhnya mengubah pola pencarian lapangan kerja.

“Kondisi ini diindikasikan dari beberapa hal, seperti persentase penduduk yang bekerja di sektor pertanian selama masa pandemi cenderung meningkat dari 29,23% pada Februari 2020 menjadi 29,59% pada Februari 2021,” katanya.

Ditambahkan, sesuai arahan Menaker Ida Fauziyah, dalam situasi  pandemi ini diperlukan solidaritas antar sesama anak bangsa agar secara bersama mampu melalui masa-masa sulit ini. “Lakukan upaya kolektif bersama untuk meningkatkan kondisi ekonomi,” ujar Anwar Sanusi. (Purwanto).

 

Related posts