Investor Korea Diminta Terapkan Struktur dan Skala Upah di Perusahaan

  • Whatsapp
Suasana ‘Ngopi Susu’ dengan asosiasi pengusaha Korea dan Indonesia di Kemnaker.

JAKARTA-MARITIM: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta semua perusahaan untuk berkomitmen menerapkan struktur dan skala upah dengan baik. Penerapan tersebut dengan memperhatikan kemampuan dan produktivitas perusahaan masing-masing.

“Komitmen ini penting agar kita dapat keluar dari persoalan Upah Minimum (UM) serta membicarakan pengupahan berbasis produktivitas,” kata Menaker pada diskusi bertajuk Ngopi Susu (Ngobrol Pintar Struktur dan Skala Upah) di Jakarta, Jum’at (17/12/2021).

Read More

Diskusi tersebut diikuti oleh Perkumpulan Pengusaha Produk Tekstil Provinsi Jawa Barat (PPPTPJB), Korean Chamber of Commerce and Industry Indonesia (KoCham), dan Korea Garment Manufacturer’s Association in Indonesia (KOGA). Kedua asosiasi perusahaan Korea ini khusus diundang agar semua perusahaan Korea di Indonesia juga menerapkan struktur dan skala upah dengan baik.

Menaker mengatakan, penerapan struktur dan skala upah di perusahaan akan memberikan manfaat, baik bagi pengusaha maupun pekerjanya.

Manfaat struktur dan skala upah bagi perusahaan, lanjut Menaker, sebagai salah satu alat strategis untuk mendukung filosofi perusahaan, alat bantu administratif dalam rangka perencanaan biaya, dan sebagai mekanisme penentuan upah yang kompetitif. Sehingga dapat merekrut, mempertahankan dan memotivasi pekerja yang berkualitas yang pada akhirnya mewujudkan ketenangan dan kelangsungan berusaha.

Adapun manfaat struktur dan skala upah bagi pekerja akan menjamin aspek keadilan. Sehingga tidak terjadi diskriminasi, tercapainya kesetaraan upah karena besaran upah diberikan berdasarkan bobot jabatan, kenyamanan bekerja, dan terciptanya suasana yang kondusif untuk peningkatan profesionalisme dan produktivitas, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh.

Lebih lanjut Ida Fauziyah mengatakan, penerapan struktur dan skala upah juga akan memberikan keadilan bagi perusahaan dan pekerjanya.

Menurut dia, adil bagi perusahaan karena upah yang dibayarkan pengusaha kepada pekerja sesuai dengan kontribusi yang diberikan pekerja dalam mencapai tujuan perusahaan, namun upah tersebut juga layak bagi penerimanya.

Sedangkan adil bagi pekerja, sambungnya, pekerja yang memiliki nilai jabatan yang setara mendapatkan upah yang sama, atau pekerja yang mempunyai nilai jabatan yang tinggi mendapatkan upah yang lebih tinggi.

“Jadi dengan menerapkan struktur dan skala upah akan memberikan keadilan. Adil bagi pengusaha, adil bagi pekerja, adil antar pekerja, dan adil antar wilayah,” ucapnya. (Purwanto).

 

Related posts